Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto bertemu Deputi Komisaris Tinggi HAM PBB atau OHCHR Awa Dabo di Jenewa, Swiss, untuk membahas perkembangan kebijakan HAM Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, situasi HAM di Papua hingga akuntabilitas penanganan dugaan pelanggaran HAM turut menjadi pembahasan.
OHCHR adalah Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights), yaitu departemen Sekretariat PBB yang bertugas mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia.
Kementerian HAM mengakui masih terdapat tantangan HAM dan keamanan di sejumlah wilayah Papua, khususnya kawasan pegunungan. Pemerintah menyatakan salah satu perhatian utamanya ialah mendorong penghentian kekerasan dan memastikan pelindungan masyarakat sipil.
"Dalam pertemuan tersebut, Wamen HAM menyampaikan perkembangan kelembagaan Kementerian HAM yang telah berdiri sebagai kementerian tersendiri sejak Oktober 2024. Kementerian HAM menjalankan peran sebagai focal point pemerintah dalam urusan HAM, dengan mandat memperkuat penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM, termasuk mendorong kepatuhan HAM di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," kata Kepala Biro Umum, Protokol, dan Humas Kementerian Hak Asasi Manusia Pungka M Sinaga, di Jakarta, Senin (28/9/2026).
