Bogor, IDN Times – Ancaman kelangkaan air bersih dan dampak perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan risiko nyata yang menghantui ketahanan domestik.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, memperingatkan bahwa ketergantungan manusia pada sumber air tawar yang sangat terbatas kini berada di titik kritis.
"Air yang bisa kita gunakan jumlahnya sangat terbatas, hanya sekitar 2 persen dari ketersediaan air yang ada. Jadi, air tawar yang ada di laut, sungai, danau, dan sumur itu jumlahnya sangat sedikit, hanya sekitar 0,9 persen," ujar Diaz di Cisarua Bogor pada Minggu (5/4/2026).
