Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

KLH Bersihkan Ikan Sapu-sapu dari Ciliwung, Pulihkan Ekosistem

KLH Bersihkan Ikan Sapu-sapu dari Ciliwung, Pulihkan Ekosistem
Ilustrasi Sungai Ciliwung. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • KLH bersama komunitas membersihkan sekitar 1 ton ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung untuk memulihkan keseimbangan ekosistem yang terganggu oleh spesies invasif.
  • Pemerintah menegaskan metode pembersihan dilakukan secara manual tanpa bahan kimia agar kualitas air dan kelestarian ikan asli tetap terjaga.
  • KLH mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke sungai, sejalan dengan fatwa MUI yang menyatakan tindakan tersebut haram demi menjaga kelestarian lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyoroti ledakan populasi ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) yang ada di Sungai Ciliwung. Upaya pembersihan populasi sapu-sapu terus dilakukan oleh komunitas yang merupakan bagian dari agenda KLH.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan, langkah ini diambil guna memulihkan keseimbangan ekosistem asli dari ancaman spesies invasif.

"Kami paham bahwa ikan sapu-sapu sebagai spesies infasif dapat mengganggu keseimbangan ekosistem asli Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, penanganan melalui penangkapan terus kita lakukan," ujar Rasio di Bogor, Minggu (5/4/2026).

1. Peran pemerintah dan koordinasi bersama komunitas

KLH Bersihkan 1 Ton Ikan Sapu-sapu dari Ciliwung
Rasio Ridho Sani, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH. IDN Times/Linna Susanti

Rasio mengatakan, ikan sapu-sapu di alam liar adalah spesies yang invasif. Mereka memakan alga dan organisme dasar sungai yang seharusnya menjadi sumber makanan bagi ikan asli Ciliwung. Akibatnya, populasi ikan lainnya menjadi berkurang dan populasi sapu-sapu terus bertambah.

"Saat ini, upaya komunitas untuk melakukan penangkapan ikan sapu-sapu sudah menjadi bagian dari agenda kegiatan KLH. Kami terus berkoordinasi untuk merumuskan upaya terbaik mengurangi populasi ikan tersebut," kata dia.

Dia mengatakan, jumlah akumulasi pengangkutan ikan sapu-sapu ke darat kurang lebih 1 ton. Dia menambahkan, pemerintah telah lama koordinasi dengan para relawan dan komunitas dalam agenda pembersihan ini.

"Koordinasi dengan komunitas mungkin sudah lebih dari satu tahun," ujar dia.

2. Sulit dibasmi, KLH pilih metode pengangkutan

Ribuan ikan sapu-sapu mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-KP2C)
Ribuan ikan sapu-sapu mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-KP2C)

Terkait metode pembersihan populasi ikan, Rasio mengatakan, tidak boleh menggunakan bahan-bahan kimia. Menurut dia, cara tersebut dikhawatirkan akan merusak kualitas air dan membunuh spesies asli yang masih tersisa.

Dengan demikian, strategi utama yang dipilih adalah cara manual dengan mengangkut ikan ke darat.

"Mengenai metode lain, misalnya menggunakan bahan kimia atau zat khusus, kami belum ke arah sana. Penggunaan bahan tertentu harus dikaji dengan sangat serius agar tidak merusak kualitas air," ujar Rasio.

3. KLH larang buang sampah ke sungai

Ilustrasi Sungai Ciliwung.
Ilustrasi Sungai Ciliwung. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Rasio mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan tidak membuang sampah sembarangan perairan umum terutama sungai karena dampaknya bisa merusak ekosistem sungai.

Dia mengingatkan, perlakuan buang sampah sembarangan merupakan perbuatan haram yang sudah ditetapkan MUI melalui fatwa yang resmi dikeluarkan.

"Kami berterima kasih karena MUI juga mengeluarkan fatwa bahwa membuang sampah ke sungai itu haram," kata Rasio.

Dia menegaskan, menjaga sungai tetap steril dari spesies invasif dan sampah bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia.

"Menyelamatkan lingkungan dan menyelamatkan Ciliwung berarti menyelamatkan kehidupan kita sendiri," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More