Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wamenkes: Kena Stroke di Usia 40 Tahun, Rumah Tangga Hancur
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, DIY, Kamis (28/1/2026). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Benjamin Paulus Octavianus mengingatkan stroke pada usia produktif dapat menghancurkan kehidupan keluarga.
  • Hipertensi dan diabetes yang tidak dikontrol dapat memicu stroke, gangguan ginjal, hingga serangan jantung.
  • Klinik lapas didorong rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, serta melakukan rontgen untuk deteksi kelainan paru dan jantung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (10/8/2026)

Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan risiko stroke pada usia produktif dalam kegiatan di RSU Pemasyarakatan, Jakarta Timur. Ia juga mendorong pemeriksaan kesehatan rutin di klinik lapas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wamenkes menyoroti risiko stroke pada usia produktif dan mendorong pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Who?
    Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, warga binaan, pegawai lapas, dan klinik lembaga pemasyarakatan.
  • Where?
    RSU Pemasyarakatan, Jakarta Timur.
  • When?
    Senin (10/8/2026).
  • Why?
    Hipertensi dan diabetes kerap tidak menimbulkan keluhan serta dapat memicu penyakit berat bila tidak dikontrol.
  • How?
    Dengan pemeriksaan rutin tekanan darah dan gula darah, pengobatan bagi pasien dengan hasil tinggi, serta rontgen untuk mendeteksi kelainan paru dan jantung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Benjamin bilang orang umur 40 tahun bisa kena stroke. Kalau orang sakit berat, keluarganya bisa susah karena tidak ada yang cari makan. Dia bilang tekanan darah dan gula darah perlu diperiksa rutin. Klinik lapas juga diminta memeriksa warga binaan dan pegawai supaya penyakit bisa diketahui sebelum berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan pemeriksaan rutin di klinik lapas membuka peluang risiko tekanan darah dan gula darah tinggi diketahui lebih awal. Saat hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tinggi, pasien dapat segera dikontrol dan diberikan pengobatan. Perhatian yang juga mencakup pegawai lapas memperluas sasaran pemeriksaan di lingkungan pemasyarakatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyoroti risiko stroke pada usia produktif. Dia mengingatkan penyakit berat yang sebenarnya dapat dicegah berpotensi menghancurkan kehidupan keluarga, jika menyerang seseorang pada usia 40 tahun.

"Jadi kalau sakit yang ringan aja jangan sampai yang kalau kena stroke di usia 40 tahun, berarti rumah tangganya kan sudah hancur. Siapa yang cari makan? Kalau ada yang sakit berat, sementara ini semua dapat dicegah," kata dia dalam kegiatan di RSU Pemasyarakatan, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).

1. Stroke usia 40 tahun bisa hancurkan keluarga

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Benjamin mengatakan penyakit seperti hipertensi dan diabetes kerap tidak menimbulkan keluhan. Kondisi tersebut dapat menjadi penyebab stroke, gangguan ginjal, hingga serangan jantung, apabila tidak dikontrol.

Karena itu, Benjamin mendorong pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi risiko sebelum berkembang menjadi penyakit berat.

2. Klinik lapas diminta jangan cuma tunggu orang sakit

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Berkenaan dengan momen cek kesehatan gratis dan kegiatan rongent dada untuk screening TBC bagi masyarakat penghuuni lapas, dia meminta seluruh klinik di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi ketika warga binaan sudah sakit.

Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah diminta dilakukan rutin. Jika ditemukan tekanan darah atau gula tinggi, pasien dapat segera dikontrol dan diberikan pengobatan.

3. Pegawai Lapas juga masuk sasaran pemeriksaan

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Benjamin menyebut pemeriksaan tidak hanya menyasar warga binaan. Pegawai lapas dan pihak yang berhubungan dengan lingkungan pemasyarakatan juga perlu diperhatikan. Dia mendorong klinik lapas aktif melakukan pemeriksaan, sehingga fasilitas yang tersedia tidak sekadar menunggu pasien datang ketika sudah mengalami keluhan.

Dia juga menyinggung pemeriksaan rontgen untuk mendeteksi kelainan paru dan jantung. Pemeriksaan tersebut dikaitkan dengan upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC). Benjamin menyebut Indonesia berada di posisi kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Ia telah berkeliling ke 21 provinsi untuk menjelaskan penanganannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article