Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WNA Korsel Diduga Korban Pembunuhan di Bekasi, Pelaku Ditangkap
ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Nathan Manaloe)
  • Seorang WNA asal Korea Selatan berinisial SBC ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Tambun Selatan, Bekasi, dan pertama kali ditemukan oleh anaknya.
  • Pihak kepolisian melakukan otopsi setelah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan serta keluarga korban untuk memastikan penyebab kematian.
  • Polisi menduga korban dibunuh karena luka benda tumpul dan tajam, telah memeriksa enam saksi, dan berhasil menangkap terduga pelaku yang kini masih diperiksa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kakek dari Korea Selatan namanya SBC, dia umur enam puluh tahun. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya di Bekasi. Anak perempuannya yang pertama kali lihat dan langsung lapor ke polisi. Polisi datang, lalu mayatnya diperiksa dokter. Katanya kakek itu dibunuh, dan orang jahatnya sudah ditangkap polisi sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penanganan cepat aparat kepolisian dalam kasus ini menunjukkan kesigapan dan koordinasi yang baik antara pihak lokal dan Kedutaan Besar Korea Selatan. Dari pelaporan warga hingga penangkapan terduga pelaku, setiap langkah dilakukan secara tertib dan transparan, mencerminkan komitmen penegak hukum untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) berinisial SBC (60) ditemukan tewas di sebuah rumah, wilayah Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/5/2026) malam.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti menceritakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang baru tiba di rumah tersebut.

"Kronologisnya, kemarin sore sekitar jam 15.00 WIB yang bersangkutan (korban) diketahui pertama kali oleh putrinya sudah bersimbah darah," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

1. Jenazah WNA Korsel diautopsi

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Wuriyaniti menyampaikan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dari perangkat desa setempat.

"(Anak korban) Kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa, kemudian baru ke kepolisian," jelasnya.

Setelah tiba di lokasi kejadian, lanjut Wuriyanti, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan kedutaan besar Korea Selatan untuk dilakukan outopsi terhadap jasad korban.

"Saat ini almarhum sedang dilakukan otopsi, kemarin juga sebelum otopsi penyidik sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea dan juga meminta persetujuan otopsi dari Kedutaan Besar dan juga dari keluarga," jelas dia.

2. Diduga korban pembunuhan

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Wuriyanti menduga, SBC merupakan korban pembunuhan. Sebab, terdapat luka akibat benda tumpul dan benda tajam di sejumlah tubuh korban.

"Iya (dugaan pembunuhan)," kata dia.

Sementara, pihak kepolisian juga telah memeriksa sebanyak enam orang saksi mulai dari warga sekitar hingga anak korban yang pertama kali menemukan jasad ayahnya.

"Saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak 6 orang. Nanti akan kami sampaikan setelah tahapan-tahapan yang kita kerjakan sudah selesai," jelas dia.

3. Pelaku sudah ditangkap

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pelaku dugaan pembunuhan terhadap SBC sudah ditangkap.

“Benar diamankan terduga pelaku tapi masih dalam pemeriksaan, nanti akan kami sampaikan hasilnya,” ujar Budi saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

Editorial Team

Related Article