Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Lebanon mengatakan sebanyak 340 sekolah di seluruh wilayah di negaranya kini rusak parah akibat serangan Israel. Data tersebut diperoleh dari hasil investigasi yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Lebanon kepada The New Arab pada Minggu (19/7/2026).
Diserang Israel, 340 Sekolah di Lebanon Rusak Parah

- Kementerian Pendidikan Lebanon melaporkan 340 sekolah rusak akibat serangan Israel, dengan 20 di antaranya hancur total sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu.
- UNICEF mencatat sekitar 500 ribu anak kehilangan akses pendidikan dan 100 ribu lainnya terancam tak bisa mengikuti tahun ajaran baru karena banyak sekolah dijadikan tempat pengungsian.
- Sejak awal Maret, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang, termasuk 250 anak, meski sebelumnya ada kesepakatan gencatan senjata pada akhir Juni.
Kementerian Pendidikan Lebanon menambahkan, dari 340 sekolah yang rusak, 20 di antaranya mengalami kerusakan total sehingga tidak bisa digunakan lagi. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar di Lebanon menjadi terganggu. Padahal, anak-anak di negara tersebut membutuhkan tempat belajar yang layak.
1. Israel melakukan serangan terbaru ke tiga sekolah di Lebanon selatan

Jumlah sekolah rusak di Lebanon kian bertambah usai Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan terbaru ke tiga sekolah yang ada di Lebanon selatan. Serangan itu dilakukan pada Jumat (17/7/2026) pekan lalu.
Menurut Menteri Pendidikan Lebanon, Rima Karami, tiga sekolah yang diserang IDF ada di Kota Bint Jbeil dan Khiam. Ia menyebut serangan Israel telah membuat tiga sekolah yang ada di kedua kota itu “Berubah menjadi debu”.
Karami menambahkan, Bint Jbeil dan Khiam memang sering menjadi target serangan IDF di Lebanon selatan. Menurutnya, kedua kota tersebut kini sudah hancur total karena sering digempur Israel.
2. Sebanyak 500 ribu anak di Lebanon tidak bisa mengakses pendidikan

Menurut data dari UNICEF, serangan Israel terhadap sekolah di Lebanon telah membuat sekitar 500 ribu anak di negara tersebut kini kehilangan akses pendidikan. Selain itu, sebanyak 100 ribu anak di Lebanon kini juga terancam tidak bisa mengikuti tahun ajaran baru yang akan dimulai pada September mendatang karena sekolah mereka rusak.
"Ungkapan kecaman dan penolakan saja tidak lagi cukup untuk mengungkapkan rasa sakit dan kesedihan atas agresi yang terus berlanjut," kata Karami, seperti dilansir The New Arab.
Menurut Karami, saat ini, banyak juga sekolah di Lebanon yang sudah diubah menjadi tempat pengungsian sementara. Hal ini lantas membuat hambatan belajar mengajar di sana menjadi makin parah. Padahal, para siswa sudah harus bersiap untuk menghadapi tahun ajaran baru.
3. Serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan 4.324 orang

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon, terutama Lebanon selatan. Sebab, Israel menegaskan akan tetap menyerang wilayah tersebut sampai milisi Hizbullah menyerah dan mau melucuti senjatanya. Padahal, Israel sudah meraih kesepakatan dengan Lebanon untuk menghentikan serangan pada 26 Juni lalu.
Selain sekolah, Israel juga kerap menyerang fasilitas publik lainnya yang ada di Lebanon. Salah satunya adalah rumah sakit dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, seperti apotek dan laboratorium kesehatan.
Sejauh ini, serangan Israel ke Lebanon yang sudah dilakukan sejak 2 Maret lalu sudah menewaskan sekitar 4.324 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, dari jumlah tersebut, 250 di antaranya merupakan anak-anak.


















