Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tentara AS Tewas Saat Coba Menjinakkan Drone Iran di Irak

Tentara AS Tewas Saat Coba Menjinakkan Drone Iran di Irak
ilustrasi tentara AS (unsplash.com/Daniel)
Intinya Sih
  • Seorang tentara AS tewas dan satu lainnya terluka saat menjinakkan drone Iran di Irak, menambah total korban menjadi 17 sejak konflik dengan Iran dimulai Februari lalu.
  • Militer AS melancarkan serangan udara ke Iran selama sembilan malam berturut-turut, menargetkan fasilitas militer strategis untuk melemahkan kemampuan pertahanan dan ancaman terhadap kapal di Selat Hormuz.
  • Iran membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait, menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital serta memicu respons pertahanan udara dari negara-negara Teluk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) tewas saat menjinakkan sisa bahan peledak dari drone penyerang milik Iran. Insiden fatal ini terjadi di wilayah utara Irak pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat.

Menurut laporan Al Jazeera, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi pada Minggu bahwa ledakan tersebut juga melukai satu tentara lainnya di lokasi kejadian. Tentara kedua yang terluka itu kini masih menjalani perawatan medis akibat cedera ringan.

1. Total 17 tentara AS tewas selama perang dengan Iran

ilustrasi tentara
ilustrasi tentara (unsplash.com/israel_palacio)

Peristiwa di Irak ini menambah daftar prajurit AS yang menjadi korban di tengah konflik Timur Tengah. Kematian ini menjadikan total 17 tentara AS tewas sejak perang dengan Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Sementara itu, serangan AS di Iran telah menewaskan sedikitnya 50 orang dalam tiga pekan terakhir.

Sehari sebelum insiden di Irak, militer AS juga kehilangan personel di wilayah Yordania. Dua tentara AS tewas dan satu orang lainnya dinyatakan hilang akibat serangan proyektil Iran di sebuah pangkalan militer pada Jumat.

CENTCOM langsung menggelar pencarian menyeluruh untuk menemukan tentara yang hilang tersebut. Tim militer AS pada akhirnya menemukan sisa-sisa jenazah manusia yang belum teridentifikasi di lokasi serangan di Yordania. Pihak militer juga belum merilis identitas para korban untuk menghormati privasi keluarga mereka.

"Proses pemeriksaan untuk memverifikasi sisa-sisa jenazah sedang berlangsung," ujar perwakilan CENTCOM, dilansir Anadolu Agency.

2. AS lancarkan serangan malam kesembilan ke Iran

USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab
USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)

Militer AS telah meluncurkan gelombang serangan udara baru ke berbagai wilayah Iran selama sembilan malam berturut-turut. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa serangan balasan ini dilakukan untuk menghormati tiga tentara AS yang tewas.

Fokus serangan AS adalah melumpuhkan infrastruktur militer strategis milik Iran. Target serangan mencakup pusat komando militer, fasilitas pertahanan udara, serta lokasi peluncuran rudal dan drone.

Pemerintah AS menyatakan bahwa serangan presisi ini dirancang untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam kapal komersial di Selat Hormuz.

3. Iran serang pangkalan militer AS di negara-negara Teluk

ilustrasi serangan drone Shahed-136 buatan Iran
ilustrasi serangan drone Shahed-136 buatan Iran (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Iran tidak tinggal diam dan merespons gempuran AS dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai titik di kawasan Teluk. Teheran menembakkan sejumlah rudal dan drone yang menargetkan aset-aset militer AS.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa operasi militer mereka menyerang peralatan militer AS di kamp Al-Adiri dan pangkalan udara Ali Al Salem. Kedua pangkalan militer strategis tersebut berlokasi di wilayah Kuwait.

Selain target militer, pejabat pemerintah Kuwait menyebutkan bahwa fasilitas desalinasi air dan listrik juga ikut terkena serangan. Serangan dari udara itu memicu kebakaran besar di infrastruktur sipil yang sangat vital tersebut.

Sistem pertahanan udara di negara-negara Teluk dikerahkan untuk mencegat proyektil Iran. Pertahanan udara Bahrain dilaporkan berhasil mencegat serangan Iran pada hari Minggu, sementara militer Yordania menembak jatuh tiga rudal yang masuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More