Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yenny Wahid: Karhutla Sudah Bencana Internasional, Jangan Gengsi
Lifetime Achievement Award dari Katadata diberikan kepada tiga tokoh di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). (IDN Times/ Suciatiningrum)
  • Yenny Wahid menilai karhutla telah menjadi bencana internasional karena asapnya melampaui wilayah Indonesia dan berdampak pada negara lain.

  • Ia meminta pemerintah menerima realita serta menyikapi penanganan karhutla secara bijaksana dengan membuka diri terhadap bantuan dari negara lain.

  • Menurut Yenny, Indonesia tidak perlu gengsi menerima bantuan negara tetangga ASEAN, termasuk teknologi lebih canggih, demi mempercepat penanganan dampak karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Oktober 2026

Yenny Wahid menyatakan karhutla telah menjadi bencana internasional karena asapnya melampaui batas Indonesia. Ia meminta pemerintah menerima bantuan negara lain untuk penanganan karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yenny Wahid menyatakan kebakaran hutan dan lahan telah menjadi bencana internasional karena asapnya melampaui wilayah Indonesia dan berdampak pada negara lain.
  • Who?
    Yenny Wahid, putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, menyampaikan pandangan tersebut serta meminta pemerintah terbuka terhadap bantuan negara lain.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan Yenny Wahid di Jakarta Selatan. Dampak karhutla disebut turut dirasakan masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Kalimantan, serta negara-negara lain.
  • When?
    Yenny Wahid menyampaikan pernyataan itu pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Asap kebakaran hutan dinilai telah melewati batas nasional. Yenny mengatakan negara-negara ASEAN memiliki kepentingan bersama agar karhutla segera ditangani.
  • How?
    Yenny mendorong pemerintah menerima bantuan secara terbuka dari negara yang mampu membantu, termasuk pemanfaatan teknologi lebih canggih untuk penanganan karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan dan tanah di Indonesia sampai ke negara lain. Yenny Wahid bilang ini jadi masalah dunia, bukan hanya Indonesia. Ia minta pemerintah mau menerima bantuan dari negara tetangga. Katanya, Indonesia tidak perlu malu. Negara lain mungkin punya alat yang lebih canggih untuk membantu memadamkan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pandangan untuk membuka diri terhadap bantuan regional menunjukkan pendekatan yang pragmatis dan berorientasi pada penanganan karhutla. Dengan kepentingan bersama di ASEAN serta kemungkinan dukungan teknologi yang lebih canggih, kerja sama dapat memperluas kapasitas penanganan bagi masyarakat terdampak, termasuk di Kalimantan, tanpa mengurangi martabat Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak lagi sekadar menjadi bencana nasional, tetapi juga telah menjadi bencana internasional. Sebab, asap karhutla telah melampaui batas wilayah Indonesia dan berdampak pada negara lain.

"Namanya asap kebakaran hutan itu sudah melampaui batas-batas wilayah nasional kita, sehingga sifatnya sebetulnya bukan cuma bencana nasional, tapi sudah bencana internasional, karena dia sudah berdampak pada negara-negara lain," ucap Yenny di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026) malam.

1. Pemerintah harus terima realita

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB)

Yenny meminta pemerintah agar menindaklanjuti bencana dengan bijaksana dan menerima realita, sehingga mau menerima bantuan negara lain.

"Jadi memang ya kita harus menyikapi realita itu dengan bijaksana. Siapa saja yang ingin membantu agar masalah karhutla ini bisa diselesaikan dengan baik, maka kita sambut dengan tangan terbuka," katanya.

2. Tidak perlu gengsi terima bantuan negara tetangga

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Dok. BNPB)

Indonesia, kata Yenny, tidak perlu malu menerima bantuan negara tetangga, karena kondisi ini bukan berarti menunjukkan bahwa Indonesia lemah.

"Tidak perlu gengsi, dan ini tidak kemudian menunjukkan bahwa kita menjadi bangsa yang lemah atau bangsa yang kecil, tidak sama sekali,” ujar dia.

3. Sambut bantuan dengaan tangan terbuka

Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)

Yenny mengatakan, negara-negara tetangga di kawasan ASEAN memiliki kepentingan yang sama dengan Indonesia, untuk memastikan karhutla segera teratasi. Terlebih, masyarakat di wilayah terdampak, termasuk Kalimantan, turut merasakan dampak kebakaran tersebut.

Dia menilai, negara-negara yang memiliki kemampuan untuk membantu sebaiknya diberi kesempatan berkontribusi dalam penanganan karhutla. Apalagi, sejumlah negara mungkin memiliki teknologi yang lebih maju untuk mendukung upaya tersebut.

“Semua orang yang punya aspirasi yang sama, punya kemampuan untuk bisa membantu kita, mari kita sambut dengan tangan terbuka. Karena mungkin ada negara-negara tetangga kita yang punya teknologi yang lebih, yang canggih, itu tidak ada masalah, ini bukan dosa untuk kita manfaatkan, menurut pendapat saya,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article