Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban maupun terdampak langsung gelombang panas ekstrem (heatwave) yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi melalui seluruh perwakilan RI di berbagai negara Eropa. Pemantauan dilakukan di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa akibat suhu ekstrem yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang sejak 21 Juni 2026.
Selain melakukan koordinasi dengan seluruh kedutaan besar dan konsulat, Kemlu juga meminta perwakilan RI untuk menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI yang berada di kawasan tersebut. Setiap perwakilan juga telah menyiapkan layanan hotline bagi WNI yang membutuhkan bantuan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Eropa kini menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Gelombang panas tahun ini juga disebut sebagai salah satu yang terburuk yang pernah tercatat.
