Jakarta, IDN Times - Anggota Parlemen Malaysia, Kalam bin Salan, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang persoalan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menariknya, anggota parlemen dari Perikatan Nasional itu menggunakan bahasa Jawa untuk menyampaikan pesannya kepada Prabowo dalam sidang pembahasan di Dewan Rakyat, Parlemen Malaysia.
Kalam merupakan Ahli Parlimen P092 Sabak Bernam. Dalam sidang tersebut, dia menyoroti dampak kabut asap yang berulang hampir setiap tahun, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat hingga terganggunya kegiatan pendidikan, pariwisata, dan perekonomian. Sidang tersebut disiarkan di kanal YouTube ParlimenMalaysia1.
Sebelum beralih menggunakan bahasa Jawa, Kalam meminta Pemerintah Malaysia menggunakan jalur diplomatik untuk mendorong penanganan kabut asap lintas batas di tingkat ASEAN. Dia juga mengusulkan sejumlah langkah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terus menimbulkan pencemaran udara di kawasan.
"Saya ingin mengangkat isu asap lintas batas yang berulang hampir setiap tahun, khususnya akibat kebakaran hutan dan tanah gambut. Rakyat Malaysia terpaksa menghirup udara tercemar daripada Indonesia," ujar Kalam.
Kalam mengusulkan agar Pemerintah Malaysia memanfaatkan jalur diplomatik untuk mendorong Filipina, selaku pemegang keketuaan ASEAN pada 2026, mengambil langkah regional yang lebih tegas dan efektif.
Kalam menyampaikan lima usulan penanganan kabut asap. Pertama, memperkuat penegakan hukum bersama. Kedua, membangun sistem peringatan dini ASEAN melalui pemantauan satelit dan pertukaran data titik panas secara waktu nyata.
Ketiga, membentuk tim tanggap darurat regional untuk membantu memadamkan kebakaran. Keempat, memperkuat pelaksanaan Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas melalui mekanisme pertanggungjawaban yang lebih efektif. Kelima, membentuk dana regional untuk pencegahan kebakaran, pemulihan lahan gambut, dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
