Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Beri Sanksi Kemhan Rwanda karena Intervensi Konflik di RD Kongo
ilustrasi bendera Rwanda (Hjalmar Gislason from Reykjavik, Iceland, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • AS menjatuhkan sanksi kepada Kementerian Pertahanan Rwanda karena dituding mengirim ribuan tentara untuk memasok senjata dan logistik bagi pemberontak M23 di RD Kongo.
  • Sanksi juga menyasar Zigama Credit dan Savings Society, dua perusahaan finansial afiliasi pemerintah Rwanda yang disebut memfasilitasi pembayaran peralatan tempur serta transaksi menguntungkan M23.
  • Langkah AS berlangsung saat RD Kongo dan Rwanda merumuskan komitmen keamanan di Jerman, sementara konflik timur RD Kongo berlanjut meski ada perjanjian damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) resmi menetapkan sanksi kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rwanda pada Rabu (28/10/2026). Keputusan ini didorong keterlibatan Kemhan Rwanda dalam konflik di Republik Demokratik (RD) Kongo.  

Pada Maret 2026, RD Kongo dan Rwanda setuju meredam tensi di tengah proses perdamaian yang tersendat. Sementara, konflik di bagian timur RD Kongo masih terus berlanjut meski sudah ada perjanjian damai antara kedua negara yang dimediasi AS. 

1. Tuding Rwanda kirim ribuan tentara ke RD Kongo

ilustrasi bendera Rwanda (pixabay.com/david_peterson)

Kementerian Keuangan AS mengatakan bahwa sanksi kepada Kemhan Rwanda ini imbas oleh pengiriman ribuan tentara Rwanda ke RD Kongo. Tentara itu diterjunkan untuk membantu suplai senjata dan logistik pemberontak M23. 

“Otoritas Rwanda sudah memperkenalkan senjata canggih di medan perang, termasuk sistem rudal dan peralatan pengacak sinyal yang membuat risiko besar pada penerbangan sipil di RD Kongo,” kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dikutip dari ABC News.

Selama ini, Rwanda dituding membantu pemberontak M23 bahkan PBB mengaku punya bukti keterlibatan militer Rwanda dalam konflik internal RD Kongo. Tudingan ini membuat hubungan Rwanda dengan RD Kongo memanas. 

2. AS jatuhkan sanksi kepada Zigama Credit dan Savings Society

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Pada saat bersamaan, Kemenkeu AS juga mengumumkan sanksi kepada dua perusahaan finansial yang terafiliasi dengan pemerintah Rwanda. Kedua perusahaan itu adalah Zigama Credit dan Savings Society. 

Dilansir Business Insider Africa, kedua perusahaan itu sudah memfasilitasi pembayaran peralatan tempur dan perjalanan latihan militer. Selain itu, membantu pengiriman transaksi finansial senilai belasan juta dolar yang menguntungkan M23 dan afiliasinya. 

3. AS dorong komitmen keamanan RD Kongo dan Rwanda

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)

Ketetapan sanksi baru dari AS ini dilakukan di tengah konferensi penyelesaian konflik di RD Kongo di Garmisch, Jerman. Dalam pertemuan ini, delegasi militer dari RD Kongo dan Rwanda hadir untuk merumuskan komitmen keamanan sesuai dalam Perjanjian Perdamaian Washington. 

Dalam konferensi ini, Uni Afrika, Qatar, dan AS ikut serta dalam merumuskan komitmen keamanan antara kedua negara. Dalam setahun terakhir, Presiden AS, Donald Trump sudah mendorong persetujuan damai antara Rwanda dan RD Kongo. 

Sementara itu, inisiatif AS ini menunjukkan keinginannya untuk mengamankan suplai mineral di RD Kongo, seperti tembaga, kobalt, tantalum, emas, dan lithium. Namun, sejumlah pihak menilai perjanjian ini lebih menekankan pada kepentingan komersial dibanding perlindungan warga sipil. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article