Jakarta, IDN Times - Pasukan Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan terhadap kelompok milisi pro-Iran di Irak pada Rabu (29/7/2026). Serangan presisi tersebut menyasar sejumlah fasilitas logistik dan gudang senjata milik Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di wilayah timur Irak.
Operasi militer digelar setelah milisi yang didukung Garda Revolusi Iran (IRGC) tersebut meluncurkan puluhan drone ke fasilitas minyak Saudi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, militer AS juga berhasil mencegat serangan rudal dari Iran yang mengarah ke pangkalan militer AS di Timur Tengah.
