Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Purbaya Dicopot saat Rapat, Pengamat: Wajar, Menteri itu Jabatan Politik

Purbaya Dicopot saat Rapat, Pengamat: Wajar, Menteri itu Jabatan Politik
Purbaya Yudhi Sadewa ketika menyerahkan jabatan Menteri Keuangan ke Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan)
  • Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima kabar pencopotannya sebagai Menteri Keuangan dari Mensesneg Prasetyo Hadi saat mengikuti rapat dengan DPD.
  • Pengamat Arifki Chaniago menilai Menteri Keuangan adalah jabatan politik, sehingga pemegangnya harus siap diganti presiden kapan saja tanpa disamakan dengan pegawai korporasi.
  • Dalam hampir dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan ketiga setelah Sri Mulyani dan Purbaya; pengamat menyoroti kebutuhan stabilitas menjelang 2029.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifiki Chaniago menilai sudah menjadi konsekuensi ketika seorang menteri dicopot presiden sewaktu-waktu. Termasuk ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang mengikuti rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.

Purbaya baru saja dicopot dari kursi Menteri Keuangan. Ia membenarkan baru dikabari dirinya dicopot dari jabatan Menkeu pada Senin, 15 September 2026, ketika sedang rapat. Pesan pencopotan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Arifki menilai proses pencopotan seorang menteri tak bisa disamakan dengan pemecatan seorang pegawai di sebuah perusahaan.

"Kalau bekerja di korporasi kan jelas MoU-nya, ada ketentuan notifikasi satu bulan sebelumnya sebelum mundur. Seandainya dipecat, maka perusahaan wajib memberikan pesangon. Tapi jabatan Menkeu, meskipun fokus utamanya mengurus keuangan, ini merupakan jabatan politik," ujar Arifiki ketika dihubungi IDN Times, Selasa (15/9/2026).

Arifki membandingkan dengan nasib Mahfud MD yang sudah disiapkan jabatan sebagai calon Wakil Presiden berpasangan dengan Joko "Jokowi" Widodo, tapi belakangan Jokowi memilih berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Padahal, Mahfud sudah menunggu di restoran yang tak jauh dari lokasi Jokowi mengumumkan calon wakil presiden pada 2019.

"Apa yang menimpa Pak Mahfud kan juga tidak sesuai etika. Sementara, dalam politik, hal semacam itu lumrah terjadi. Pak Purbaya mungkin bagus dalam hal yang lain, tetapi posisi Menteri Keuangan bukan hanya jabatan teknokrat, tetapi itu juga jabatan politik. Artinya, ada pengaruh misalnya respons negatif dari parpol mitra koalisi atau dari pihak-pihak lain yang mengganggu stabilitas politik. Bisa jadi juga pasar mulai menunjukkan tren ketidaknyamanannya dengan gaya koboi Pak Purbaya," tutur dia.

  1. 1. Ketika mengemban jabatan politik, maka harus siap dipecat kapanpun

    Purbaya Dicopot saat Rapat, Pengamat: Wajar Menteri itu Jabatan Politik
    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Oleh sebab itu, Arifki kembali mengingatkan, Menteri Keuangan merupakan jabatan politik yang sewaktu-waktu bisa dipecat. Sehingga, posisinya tidak bisa disamakan dengan karyawan perusahaan.

    "Tentu dia harus siap kapan pun (dicopot). Besok dipecat pun, dia harus siap," katanya.

    Arifki menilai dinamika pembicaraan di media sosial, publik lebih cenderung tak menyangka Purbaya bakal diganti Presiden Prabowo. Sedangkan, Purbaya justru merupakan lingkar dekat Luhut Pandjaitan dan dipilih Prabowo menggantikan Sri Mulyani.

    "Pak Purbaya ini kan sempat dianggap sebagai tangan kanan Prabowo. Apalagi kebijakan Purbaya berbeda jauh dari kebijakan yang diterapkan oleh Sri Mulyani," tutur dia.

    Meski begitu, alasan pencopotan Purbaya dan apakah ia diberikan jabatan lain di pemerintahan, Arifki menyebut hal tersebut hanya bisa dikomentari langsung oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

    "Pihak yang bisa menjelaskan alasan pemecatan atau penggantian tentu orang-orang di ring satu presiden," katanya.

  2. 2. Tiga menteri keuangan berganti selam hampir dua tahun Prabowo menjabat

    Purbaya Dicopot saat Rapat, Pengamat: Wajar Menteri itu Jabatan Politik
    Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

    Dalam catatan IDN Times, Suahasil Nazara menjabat Menteri Keuangan ketiga sebelum genap dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Sebelum Purbaya, ada Sri Mulyani. Terkait hal ini, Arifki menilai hal itu bisa dipicu karena kebutuhan perekonomian yang berbeda-beda.

    "Karena di awal pemerintahan, apakah Pak Prabowo membutuhkan orang yang mampu mendobrak sistem, salah satunya di Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sementara, Bu Sri Mulyani bertugas menyiapkan keberlanjutan pemerintahan dari sebelumnya ke Prabowo. Sedangkan, Purbaya lebih banyak membuat dobrakan sistem," tutur dia.

    Sementara, menjelang tahun politik pada 2029, pasar dan mitra politik menginginkan stabilitas. Purbaya dianggap tak lagi relevan terhadap kebutuhan itu.

    "Jelang tahun politik pada 2029, orang membutuhkan ketenangan dan stabilitas. Pak Purbaya justru memberikan komentar yang vokal. Tentu itu membuat ragu-ragu. Sebagai Menteri Keuangan pun, Purbaya sering ngomong di luar tupoksinya," katanya.

    Cara Purbaya yang banyak bicara di ruang publik menimbulkan tanda tanya, apakah ia juga mengincar Pemilu 2029. Sebab, nama Purbaya ikut masuk ke dalam bursa capres meskipun elektabilitasnya masih kecil.

    "Pak Purbaya kan sering menyampaikan pendapat politiknya sehingga orang berpikir apakah Pak Purbaya juga siap-siap ikut maju capres atau gimana. Apalagi pendukung Purbaya di media sosial juga besar. Tetapi, pasar menginginkan komentar Purbaya berhubungan dengan keuangan," tutur dia.

  3. 3. Purbaya mengaku pesan pencopotannya disampaikan Mensesneg

    Purbaya Dicopot saat Rapat, Pengamat: Wajar Menteri itu Jabatan Politik
    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (dok. Sekretariat Negara)

    Sementara, usai mengikuti seremoni serah terima jabatan, Purbaya mengakui baru tahu dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Pesan pencopotan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

    “Pak Prasetyo (yang menelepon)," kata Purbaya di Jakarta, hari ini.

    “Benar, baru tahu kemarin,” imbuhnya.

    Purbaya menepis pemberitahuan dirinya dipecat sudah dilakukan sejak pekan lalu, saat dirinya menemui Prabowo pada Jumat, 11 September 2026. Dia mengatakan, pertemuan saat itu membahas hal lain.

    “Ada diskusi, tapi masalah lain yang didiskusikan,” ucapnya.

    Di sisi lain, Purbaya mengaku bersyukur telah melepaskan jabatan sebagai Menkeu. Usai tak lagi menjabat di kabinet, dia mengaku ingin menghabiskan masa pensiunnya dengan memancing di belakang rumah.

    “Habis ini mau pulang, mancing ikan di belakang rumah. Mancing ikan mujair, nila. Gue punya kolam di belakang, jadi bisa mancing di belakang rumah, jadi bisa ngelamun, ‘kenapa dipecat?’ Gitu," katanya, tertawa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More