Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KPAI Soroti Manifes Kapal Virgo: Pastikan Ada Data Anak

KPAI Soroti Manifes Kapal Virgo: Pastikan Ada Data Anak
Suasana Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • KPAI meminta pemerintah membuka manifes Kapal Virgo Transport 8 untuk memastikan data penumpang, terutama anak-anak.
  • Laporan sementara mencatat enam orang meninggal, 129 hilang, dan 98 selamat setelah kapal tenggelam di Laut Jawa.
  • KPAI menekankan pencocokan data korban dengan manifes serta pemeriksaan kesiapan seluruh perlengkapan keselamatan kapal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah segera membuka manifes penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. KPAI menilai, data penumpang terutama jumlah dan identitas anak, harus dipastikan di tengah proses pencarian korban.

KPAI menyebut berdasarkan laporan sementara, enam orang meninggal dunia, 129 masih hilang, dan 98 orang selamat.

“Hal yang sangat mendesak adalah memastikan manifes penumpang secara akurat dan membuka informasi yang dibutuhkan keluarga korban serta publik, khususnya terkait keberadaan anak-anak di dalam kapal,” kata Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, kepada IDN Times, Selasa (15/9/2026).

  1. 1. Data anak harus dipastikan

    Proses evakuasi penumpang KMP Virgo Transport 8.
    Proses evakuasi penumpang KMP Virgo Transport 8. (Dok. Kemenhub)

    KPAI meminta pemerintah memastikan jumlah penumpang dan awak berdasarkan manifes resmi, termasuk jumlah anak serta kelompok rentan lainnya. Data korban juga perlu dicocokkan dengan manifes untuk memastikan siapa yang selamat, meninggal, maupun masih hilang.

    “Karena itu, keluarga berhak memperoleh informasi yang akurat mengenai apakah anggota keluarganya selamat, masih dalam pencarian, atau telah ditemukan,” ujar Jasra.

  2. 2. Anak jangan cuma jadi angka

    Proses evakuasi penumpang KMP Virgo Transport 8.
    Proses evakuasi penumpang KMP Virgo Transport 8. (Dok. Kemenhub)

    KPAI menyoroti kesaksian penumpang selamat yang menyebut banyak perempuan dan anak berada di kamar atau ruang dalam kapal saat kondisi darurat terjadi. Hal ini dinilai perlu menjadi bagian serius dalam investigasi keselamatan.

    “Anak tidak boleh hanya dihitung sebagai angka dalam manifes. Anak harus menjadi bagian dari desain keselamatan, mitigasi risiko, prosedur evakuasi, pendampingan, hingga proses pencarian dan penyelamatan,” kata Jasra.

  3. 3. Alat keselamatan harus sesuai

    IMG-20260914-WA0087.jpg
    Totok Hariyono, ayah Jevon Joechelin Jotham (19) penumpang KM Virgo Transport 8. (IDN Times/Khusnul Hasana)

    KPAI juga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap kapasitas dan kesiapan alat keselamatan kapal, termasuk sekoci, life jacket, jalur evakuasi, pintu darurat, alarm, radio komunikasi, dan persinyalan.

    “Jika sebuah kapal berangkat dengan jumlah penumpang tertentu, maka kapasitas sekoci, life jacket, lifeboat, jalur evakuasi, pintu darurat, alarm, radio komunikasi, persinyalan, dan seluruh perlengkapan keselamatan harus mampu mengakomodasi seluruh manusia yang berada di atas kapal sesuai manifes,” kata Jasra.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More