Peringatan disampaikan setelah Barrack bertemu dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri. Menurut Barrack, keterlibatan Hizbullah akan hanya memperparah situasi di kawasan, dilansir The New Arab.
"Saya dapat katakan atas nama Presiden Donald Trump, keterlibatan Hizbullah akan menjadi keputusan yang sangat, sangat, sangat buruk," kata Barrack.
Sementara itu, salah satu pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan kelompoknya memiliki tanggung jawab untuk mendukung Iran.
"Amerika yang tiran dan Israel yang kriminal tidak akan bisa menundukkan rakyat Iran dan Korps Garda Revolusi Islam. Hizbullah masih memiliki tanggung jawab untuk mendampingi Iran dan memberikannya segala bentuk dukungan yang berkontribusi untuk mengakhiri tirani dan penindasan ini," kata Qassem, dikutip dari France24.
Namun, sumber internal Hizbullah kepada The National menyatakan, kelompoknya tidak akan ikut campur, bahkan jika AS terlibat. Sikap hati-hati ini dinilai sebagai akibat kerugian besar yang dialami Hizbullah dalam perang melawan Israel tahun lalu, serta adanya tekanan domestik di Lebanon.