Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Tembak Kapal Kargo di Teluk Oman karena Langgar Blokade Iran
ilustrasi helikopter militer (U.S. Navy photo by Chief Journalist Melinda Larson, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Militer AS menembak kapal kargo Panama M/V Vela Nova di Teluk Oman setelah mengabaikan peringatan dan mencoba menuju pelabuhan Iran; dua rudal melumpuhkan mesin serta kemudi kapal.
  • Seluruh 17 kru Vela Nova selamat setelah kebakaran dipadamkan. Sejak blokade pelabuhan Iran diperketat pada 14 Juli, AS mengalihkan 55 kapal, melumpuhkan tiga, dan memeriksa dua lainnya.
  • Ketegangan berlangsung saat negosiasi AS-Iran terkait Selat Hormuz masih buntu. Iran menuntut pencabutan blokade, ganti rugi perang, dan penghentian sanksi sebelum membuka selat tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Militer Amerika Serikat (AS) menembak sebuah kapal kargo berbendera Panama di Teluk Oman pada Selasa (11/8/2026). Kapal bernama M/V Vela Nova tersebut ditembak karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS menuju pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa helikopter militer meluncurkan dua rudal setelah kru kapal mengabaikan peringatan berulang kali. Serangan tersebut membuat kapal itu lumpuh dan tidak dapat melanjutkan perjalanannya.

1. Helikopter AS tembak ruang mesin kapal Vela Nova

ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Ian Taylor)

Helikopter MH-60 milik Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal Hellfire yang mengenai ruang mesin dan merusak kemudi kapal Vela Nova. Serangan tersebut dilakukan di sekitar 131 kilometer dari lepas pantai Pakistan saat kapal bergerak ke arah barat.

Pihak CENTCOM menyatakan bahwa serangan diarahkan untuk melumpuhkan navigasi kapal agar tidak bisa menuju pelabuhan Iran. Tembakan rudal sempat memicu kebakaran di atas kapal, tetapi api berhasil dipadamkan oleh para kru.

Seluruh 17 kru kapal dilaporkan selamat tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka. Setelah diserang, para kru berupaya memindahkan diri ke kapal sipil lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kapal Vela Nova diketahui memiliki panjang sekitar 145 meter dan lebar 22 meter. Sebelum insiden, kapal ini sempat singgah di pelabuhan Mumbai, India, dan Port Klang, Malaysia.

2. Puluhan kapal komersial dihalau akibat blokade AS

kapal AS membersihkan ranjau di Selat Hormuz (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)

Penembakan terhadap kapal Vela Nova menjadi insiden ketiga sejak AS memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran pada 14 Juli. AS kembali memperketat blokade ini untuk menekan pendapatan minyak Teheran dan memaksanya bernegosiasi.

Dalam keterangannya, CENTCOM mencatat telah mengalihkan rute 55 kapal komersial yang mencoba menerobos blokade. Selain itu, pasukan militer AS juga telah melumpuhkan tiga kapal dan memeriksa dua kapal lainnya.

"Pasukan AS yang beroperasi di Timur Tengah sangat waspada, mematikan, dan siap siaga," kata pernyataan resmi CENTCOM, dilansir The Hill.

Eskalasi konflik juga terjadi di Selat Bab el-Mandeb setelah milisi Houthi menyerang kapal kargo Tihamah pada hari yang sama. Serangan rudal Houthi tersebut menewaskan enam orang, termasuk seorang warga negara Indonesia.

3. Negosiasi pembukaan Selat Hormuz masih alot

citra satelit Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Aksi militer AS di Teluk Oman terjadi saat negosiasi diplomatik antara AS dan Iran masih berlangsung alot. Beberapa negara kawasan seperti Oman, Pakistan, dan Qatar terus berupaya menjadi mediator untuk meredakan ketegangan.

Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebelum AS mencabut blokade dan memenuhi sejumlah syarat. Teheran menuntut ganti rugi atas kerusakan perang serta penghentian sanksi ekonomi dari AS.

"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai Amerika Serikat mengubah perilakunya dan menerima syarat-syarat dari Iran," ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dikutip dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article