Jakarta, IDN Times - Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) mematuhi semua syarat yang mereka berikan. Pernyataan itu disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Minggu (9/8/2026). Padahal, AS sudah berulang kali mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz agar perang bisa segera berakhir.
Iran Ogah Buka Selat Hormuz Sampai AS Patuhi Semua Syarat

- Iran menolak membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi enam syarat, termasuk menghentikan ancaman dan serangan, mencabut sanksi serta blokade, memberi kompensasi, dan membebaskan aset Iran.
- IRGC menyatakan Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kontrol Iran meski dibuka penuh, karena dianggap wilayah teritorial dan vital bagi pengaruh politik serta ekspor minyaknya.
- Iran menutup kembali Selat Hormuz pada 11 Juli setelah kapal asing melintas di luar jalur; langkah itu memicu perang kembali, dengan AS melancarkan sekitar 13 serangan rudal sepanjang Juli.
IRGC mengatakan, jika AS bersedia mematuhi semua syarat yang diberikan, mereka akan segera membuka Selat Hormuz secara penuh. Namun, kontrol di Selat Hormuz akan tetap dilakukan oleh Iran. Sebab, Iran menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah teritorialnya. Di sisi lain, Negeri Paman Sam menganggap selat tersebut sebagai perairan internasional sehingga semua kapal berhak berlayar di sana dengan bebas.
1. Iran mengajukan enam syarat ke AS agar Selat Hormuz bisa dibuka

ilustrasi syarat (pexels.com/RDNE Stock project) Iran sendiri telah mengajukan enam syarat ke AS agar Selat Hormuz bisa kembali dibuka secara penuh. Semua syarat tersebut sudah disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, kepada media Iran, IRIB, pada Sabtu (8/8/2026) pekan lalu. Dilansir Al Jazeera, berikut enam syarat yang diberikan Iran ke AS agar Selat Hormuz bisa kembali dibuka:
Penghentian ancaman dan penghinaan AS terhadap Iran;
Penghentian permanen serangan AS terhadap Iran dan para sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak;
Pencabutan blokade angkatan laut AS serta penarikan pasukan angkatan laut dan udara AS dari sekitar Iran;
Kompensasi kerusakan akibat serangan AS ke Iran;
Pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran;
Pembebasan tanpa syarat aset Iran yang dibekukan AS.
2. IRGC menganggap Selat Hormuz sangat penting bagi Iran

potret pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand) IRGC mengatakan, enam syarat tadi diberikan ke AS karena Iran tidak ingin sembrono dalam memutuskan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sebab, selat tersebut punya peran penting bagi Iran, baik dalam hal politik dan ekonomi. Dalam hal politik, Selat Hormuz menjadi penguat hegemoni Iran di Timur Tengah. Sementara dalam hal ekonomi, Selat Hormuz menjadi jalur utama Iran untuk mengekspor produk minyaknya ke pasar global.
“Kapan pun Amerika Serikat menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali,” kata juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim.
3. Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Juli
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort) Sebagai informasi, Iran kembali menutup Selat Hormuz pada 11 Juli. Ketika itu, keputusan ini dilakukan karena ada kapal asing yang berlayar di Selat Hormuz di luar jalur yang sudah ditetapkan. Padahal, Teheran sebelumnya sudah membuka selat tersebut usai menyepakati nota kesepahaman (MoU) perdamaian dengan Washington pada Juni lalu.
Ketika itu, penutupan Selat Hormuz ini memicu perang antara AS dan Iran kembali meletus. Imbasnya, Washington dan Teheran kembali saling bertukar serangan. Sepanjang Juli lalu, AS terhitung sudah meluncurkan sekitar 13 serangan rudal ke Iran sebagai balasan atas penutupan kembali Selat Hormuz.





















