Presiden AS, Donald Trump, dan PM Kanada, Mark Carney. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Peringatan Kedubes AS ini muncul sepekan setelah Duta Besar AS untuk Kanada, Pete Hoekstra, menyatakan pihaknya memantau ketat indikasi intervensi menjelang pemilu sela. Penasihat perdagangan utama Trump, Peter Navarro, juga telah memperingatkan Kanada dalam konferensi ekonomi di Washington pada September lalu. Ia mengancam Kanada akan membayar mahal jika mengintervensi pemilu di negara bagian perbatasan seperti Maine dan Michigan melalui lobi penolakan tarif.
"Kami memantaunya, kami mengevaluasinya, dan jika sebagian di antaranya menjadi campur tangan pemilu, maka Amerika akan meresponsnya," kata Hoekstra, dilansir Al Jazeera.
Perang dagang ini mulai menekan kandidat Senat Partai Republik di Maine dan Michigan. Kandidat Senator Republik di Michigan, Mike Rogers, merilis iklan yang menyerukan penghentian perang tarif bulan ini, sementara Senator Republik asal Maine, Susan Collins, menjaga jarak dari kebijakan tarif Trump. Di sisi lain, hubungan kedua negara sekutu ini kian merenggang akibat ancaman berulang Trump yang ingin menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS.
Ketegangan juga dipicu laporan adanya bantuan bagi gerakan separatis Provinsi Alberta menjelang referendum kemerdekaan yang gagal pekan ini. Sejumlah tokoh separatis Alberta dilaporkan menemui pejabat Departemen Luar Negeri AS di Washington tahun lalu untuk mencari dukungan. Selain itu, operator politik Partai Republik dilaporkan turun langsung membantu kampanye separatis di provinsi tersebut awal tahun ini.