Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Negosiasi Buntu, AS Kirim Kapal Induk Ketiga untuk Hadapi Iran

3 min read
Negosiasi Buntu, AS Kirim Kapal Induk Ketiga untuk Hadapi Iran
USS Theodore Roosevelt (United States NavyU.S. Navy photo by Mass Communication Specialist Seaman Kaylianna Genier, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • AS mengirim gugus tempur USS Theodore Roosevelt, ribuan marinir, dan jet tempur tambahan ke Timur Tengah; armada ini dijadwalkan tiba akhir November.
  • Pengerahan baru berpotensi menaikkan total personel AS di Timur Tengah melampaui 60 ribu, dengan kemungkinan tiga kapal induk beroperasi bersamaan.
  • Negosiasi damai AS-Iran di New York buntu setelah Washington menolak tawaran Teheran; AS juga menambah sanksi ekonomi dan Trump mengancam serangan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengirim gugus tempur kapal induk ketiga ke Timur Tengah untuk menghadapi Iran. Kapal induk USS Theodore Roosevelt dikirim saat perang kedua negara telah memasuki bulan kedelapan.

Gugus tempur tersebut dijadwalkan tiba di perairan Timur Tengah pada akhir November. Keberangkatan kapal induk ini juga dibarengi pengiriman ribuan pasukan marinir dan armada jet tempur tambahan.

  1. 1. AS kirim kapal perang, pesawat dan ribuan personel tambahan

    USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab
    USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt bertolak dari pangkalan San Diego tanpa seremoni resmi. Kapal kelas Nimitz ini memimpin Gugus Tempur Kapal Induk 9 dengan kawalan kapal penjelajah berpeluru kendali USS Chosin serta sejumlah kapal perusak.

    Kapal induk ini membawa Sayap Udara Kapal Induk 11 yang mengoperasikan berbagai jet tempur modern. Armada udara tersebut meliputi jet tempur siluman F-35C, F/A-18 Super Hornet, pesawat perang elektronik, dan pesawat peringatan dini.

    Sehari setelah USS Theodore Roosevelt bertolak, kelompok kesiapan amfibi pimpinan USS Makin Island menyusul dari pangkalan yang sama. Kelompok ini mengangkut Unit Ekspedisi Marinir ke-13 berkekuatan lebih dari 2 ribu personel menggunakan tiga kapal pendarat, termasuk USS John P Murtha dan USS Anchorage. Pengerahan ini akan menambah sekitar 9 ribu hingga 10 ribu tentara AS ke kawasan tersebut.

    "Para pemimpin akan memiliki banyak opsi untuk menghadapi Iran," tutur seorang pejabat militer AS, dilansir Al Jazeera pada Jumat (2/10/2026).

  2. 2. AS pertimbangkan tarik USS George Washington ke Jepang

    USS George Washington
    USS George Washington (U.S. Navy photo by Photographer's Mate Airman Ryan T. O'Connor., Public domain, via Wikimedia Commons)

    Sebelum pengiriman ini, militer AS telah menempatkan dua kapal induk di Laut Arab untuk menghadapi Iran. Kedua kapal induk tersebut adalah USS George H.W. Bush dan USS George Washington, yang turut didukung gugus amfibi USS Boxer.

    Saat ini ada sekitar 50 ribu tentara AS yang sudah bertugas di kawasan Timur Tengah. Kedatangan kelompok tempur baru akan meningkatkan kekuatan laut AS menjadi lebih dari 20 ribu pelaut dan marinir, sehingga total personel di kawasan dapat melampaui 60 ribu orang.

    USS Theodore Roosevelt dijadwalkan untuk merotasi dan menggantikan posisi USS George Washington. Kapal induk George Washington yang bermarkas di Jepang tersebut baru bertugas di Timur Tengah sejak Agustus lalu setelah menggantikan USS Abraham Lincoln.

    Pentagon belum mengumumkan apakah George Washington akan langsung ditarik pulang saat armada pengganti tiba. Jika ketiga kapal induk bertugas bersamaan, ini akan menjadi kehadiran armada laut AS terbesar sejak invasi Irak pada 2003 dan operasi militer April lalu.

  3. 3. Negosiasi buntu, Trump ancam serang Iran lagi

    Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump ( The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Pengerahan kapal ini berlangsung saat jalur perundingan damai di New York menemui jalan buntu. Iran sempat menawarkan peta jalan damai tujuh hari lewat mediasi Qatar untuk membuka Selat Hormuz asalkan AS mencabut blokade laut, tetapi tawaran itu ditolak AS.

    "Hal-hal yang tidak akan saya setujui setahun lalu, tidak akan saya setujui hari ini," kata Presiden AS Donald Trump mengenai penolakan tawaran tersebut, dilansir The Guardian.

    Selain menambah kekuatan tempur, Washington memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran. Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru pada sektor rel kereta dan industri otomotif guna memutus sisa pendapatan Iran.

    Trump juga kembali melontarkan ancaman serangan militer baru ke wilayah Iran. Presiden AS tersebut mengisyaratkan akan ada pengeboman lanjutan setelah pemilihan umum paruh waktu pada 3 November bila kesepakatan tidak tercapai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More