Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Internasional dan Multilateral, Mari Elka Pangestu, memperingatkan ASEAN saat ini menghadapi tantangan yang tidak lagi dapat dipandang sebagai krisis biasa. Berbagai guncangan global yang datang secara bersamaan telah mengubah kondisi yang selama puluhan tahun menjadi fondasi pertumbuhan kawasan.
Menurut Mari Elka, kawasan Asia Tenggara selama ini menghadapi satu demi satu tantangan, mulai dari pandemik Covid-19, perang dagang, persaingan teknologi, hingga krisis iklim. Masing-masing tekanan itu sebelumnya masih dapat dikelola secara terpisah.
Namun, akumulasi berbagai tekanan tersebut kini menciptakan apa yang disebut banyak pihak sebagai polycrisis, yang secara perlahan mengikis kondisi eksternal yang menopang model pembangunan ASEAN.
“Berbagai tekanan ini secara bertahap mengikis kondisi eksternal yang menjadi fondasi model pembangunan ASEAN, yakni pasar terbuka, aturan yang dapat diprediksi, jalur pasokan yang andal, dan hubungan yang stabil antar kekuatan besar,” kata Mari Elka dalam pembukaan ASEAN-Canada Strategic Dialogue di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
