Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Australia Marah Israel Setop Selidiki Serangan ke Petugas Kemanusiaan Gaza
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong (Department of Foreign Affairs and Trade, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Australia mengecam keputusan Israel menutup penyelidikan pidana atas serangan drone terhadap tujuh pekerja World Central Kitchen di Gaza, termasuk warga Australia Lalzawmi "Zomi" Frankcom.
  • Serangan 1 April 2024 menghantam konvoi WCK tiga kali meski rute telah dikoordinasikan; Israel berdalih salah identifikasi dan hanya menjatuhkan sanksi administratif kepada personel.
  • Menlu Penny Wong memanggil Dubes Israel, menuntut penjelasan serta rekaman drone; Australia akan berkonsultasi dengan keluarga Frankcom sebelum menentukan langkah berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia menyatakan kemarahannya setelah militer Israel memutuskan tidak membuka penyelidikan pidana terhadap personel yang terlibat dalam penyerangan tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen (WCK) di Gaza. Salah satu korban tewas dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) pada April 2024 tersebut adalah warga negara Australia, Lalzawmi "Zomi" Frankcom.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang sangat menghina karena diumumkan tepat pada peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese turut menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak akan berhenti mendesak pertanggungjawaban dari Israel.

"Keputusan Israel untuk menutup penyelidikan tanpa proses pidana adalah hal yang memalukan. Ini sangat jauh dari akuntabilitas yang kami harapkan dan secara konsisten kami tuntut atas nama Australia," ujar Albanese, dilansir The Guardian pada Kamis (20/8/2026).

1. Konvoi kemanusiaan WCK diserang drone Israel tiga kali

drone Heron Israel (SSGT REYNALDO RAMON, USAF, Public domain, via Wikimedia Commons)

Insiden itu terjadi pada 1 April 2024 saat tim kemanusiaan WCK sedang mengantarkan pasokan makanan untuk warga sipil di Gaza. Rombongan yang terdiri dari tiga kendaraan tersebut diserang drone Israel tiga kali di sepanjang jalur perjalanan sejauh hampir dua kilometer.

Serangan tersebut menewaskan tujuh orang anggota tim relawan di lokasi kejadian. Selain Zomi Frankcom yang berusia 43 tahun, korban lainnya mencakup tiga warga Inggris, satu warga Polandia, satu warga negara ganda Amerika Serikat-Kanada, dan seorang pengemudi lokal asal Palestina.

WCK menegaskan bahwa seluruh rute perjalanan dan pergerakan armada sudah dikoordinasikan dengan militer Israel. Logo organisasi kemanusiaan berukuran besar juga terpasang di bagian atap mobil sehingga mudah dikenali dari udara.

2. Israel berdalih ada salah identifikasi

ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Militer Israel (IDF) mengumumkan kesimpulan dari penyelidikan selama dua tahun yang membebaskan seluruh prajuritnya dari jeratan hukum pidana. Pihak IDF menyatakan keputusan para komandan dalam insiden tersebut tidak memenuhi unsur pelanggaran pidana.

IDF berdalih pasukannya salah mengira pengawal keamanan bersenjata di dalam konvoi sebagai milisi Hamas. Mereka mengklaim keberadaan petugas pengamanan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya oleh WCK. Selain itu, IDF menuduh iring-iringan kendaraan sempat berbelok keluar dari jalur yang sebelumnya telah disepakati bersama.

Atas kesalahan tersebut, militer Israel hanya menjatuhkan sanksi administratif berupa pencopotan dua perwira dari jabatannya dan memberikan teguran kepada tiga lainnya. Pada pengumuman yang sama, IDF justru menyetujui penyelidikan pidana untuk kasus penembakan bocah Palestina berusia lima tahun, Hind Rajab dan serangan terhadap petugas medis di lokasi lain.

3. Pemerintah Australia panggil dubes Israel

ilustrasi bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Merespons putusan tersebut, Menlu Penny Wong telah memanggil Duta Besar Israel untuk Australia, Hillel Newman. Wong mendesak Israel memberikan kejelasan mengenai alasan terjadinya dua serangan lanjutan setelah serangan pertama di zona kemanusiaan. Pemerintah Australia juga kembali meminta akses rekaman audio drone yang hingga kini masih dirahasiakan oleh militer Israel.

Usai pertemuan tersebut, Newman tetap membela hasil penyelidikan dan menegaskan bahwa pasukan yang terlibat tidak memiliki niat pidana. Newman menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban, tetapi menolak meminta maaf karena alasan adanya risiko hukum bagi negaranya.

"Seseorang tidak bisa menyerang temuan pengadilan jika temuan tersebut tidak sesuai dengan agenda politiknya," ujar Newman, dilansir ABC News.

Partai Hijau dan sejumlah pakar hak asasi manusia di Australia menuntut agar Newman segera diusir dari negara itu. Namun, Penny Wong menolak usulan tersebut demi mempertahankan saluran diplomasi dengan Tel Aviv. Pemerintah Australia menyatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan keluarga Frankcom sebelum memutuskan langkah lanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article