Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia menyatakan kemarahannya setelah militer Israel memutuskan tidak membuka penyelidikan pidana terhadap personel yang terlibat dalam penyerangan tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen (WCK) di Gaza. Salah satu korban tewas dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) pada April 2024 tersebut adalah warga negara Australia, Lalzawmi "Zomi" Frankcom.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang sangat menghina karena diumumkan tepat pada peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese turut menegaskan bahwa pemerintah Australia tidak akan berhenti mendesak pertanggungjawaban dari Israel.
"Keputusan Israel untuk menutup penyelidikan tanpa proses pidana adalah hal yang memalukan. Ini sangat jauh dari akuntabilitas yang kami harapkan dan secara konsisten kami tuntut atas nama Australia," ujar Albanese, dilansir The Guardian pada Kamis (20/8/2026).
