Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandara Mandalay di Myanmar Ditutup Usai Serangan Drone Pemberontak
Bendera Myanmar (unsplash.com/aboodi vesakaran)
  • Bandara Internasional Mandalay menghentikan operasional sejak 11 September 2026 setelah enam drone bunuh diri PDF menyasar pangkalan militer dan hanggar jet tempur di kompleks bandara.
  • Militer Myanmar menyatakan seluruh drone berhasil dicegat tanpa korban jiwa atau kerusakan landasan pacu, sementara kelompok oposisi menegaskan serangannya tidak menargetkan fasilitas penerbangan sipil.
  • Penutupan dua hari membatalkan seluruh penerbangan internasional Myanmar Airways International; penumpang ditawari refund atau penjadwalan ulang, sedangkan rute domestik dialihkan ke bandara alternatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Operasional Bandara Internasional Mandalay di Myanmar dihentikan sementara akibat serangan drone pada Kamis (10/9/2026). Pihak maskapai bersama otoritas terkait membekukan seluruh jadwal penerbangan sejak Jumat (11/9/2026) guna menjamin keselamatan publik.

Penutupan akses udara ini terjadi di tengah memuncaknya ketegangan bersenjata antara militer dan kelompok oposisi. Langkah darurat tersebut diambil untuk mensterilkan kawasan bandara dari potensi ancaman serangan susulan.

1. Serangan drone menyasar pangkalan udara militer

Pasukan People's Defence Force (PDF) melancarkan serangan menggunakan enam unit drone bunuh diri ke pangkalan militer di kompleks bandara. Operasi milisi prodemokrasi ini secara spesifik menargetkan hanggar jet tempur militer di area selatan bandara.

Kelompok perlawanan menyatakan bahwa serangan terkoordinasi tersebut bertujuan melumpuhkan armada udara angkatan bersenjata yang kerap membombardir permukiman.

“Kami hanya menyerang area pangkalan yang menjadi tempat parkir pesawat militer untuk menyerang warga sipil,” kata Juru Bicara Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), Nay Phone Latt, dikutip dari India Today.

Sementara itu, media pemerintah melaporkan sistem pertahanan militer berhasil mencegat seluruh drone sebelum menimbulkan kerusakan fatal. Otoritas setempat mengeklaim insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun merusak landasan pacu.

2. Penutupan bandara picu pembatalan penerbangan internasional

Otoritas penerbangan memutuskan untuk menutup seluruh operasional bandara selama dua hari. Kebijakan ini memaksa maskapai Myanmar Airways International membatalkan semua jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Mandalay.

Pembatalan rute lintas negara ini mengganggu rencana perjalanan ribuan penumpang di sejumlah bandara penghubung regional. Maskapai telah merilis pengumuman resmi agar calon penumpang dapat segera mengajukan pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule).

“Penerbangan menuju Mandalay pada tanggal 11 dan 12 September dibatalkan karena bandara ditutup,” ujar perwakilan kantor Myanmar Airways International di Bangkok.

3. Penerbangan domestik dialihkan ke bandara alternatif

Guna menjaga mobilitas masyarakat antarkota, rute penerbangan domestik dialihkan sementara waktu ke bandara terdekat. Penyesuaian rute penerbangan lokal ini diberlakukan demi alasan keamanan dan menghindari risiko eskalasi konflik.

Terkait insiden tersebut, kelompok pejuang oposisi mengklarifikasi bahwa aksi mereka tidak bertujuan mengganggu layanan penerbangan sipil.

“Kami sama sekali tidak menyerang fasilitas penerbangan komersial,” tegas Nay Phone Latt.

Setelah evaluasi keamanan wilayah udara selesai, sejumlah maskapai lokal mulai bersiap membuka kembali rute reguler menuju Mandalay. Operasional penerbangan dipulihkan secara bertahap seiring dengan berjalannya proses investigasi keamanan oleh otoritas terkait.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article