Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Halangi Kepala Nuklir Iran Hadiri Konferensi IAEA di Austria

AS Halangi Kepala Nuklir Iran Hadiri Konferensi IAEA di Austria
Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)
  • AS menolak dispensasi sanksi PBB bagi Kepala AEOI Mohammad Eslami, sehingga Austria mencabut visanya dan delegasi Iran membatalkan kehadiran di Konferensi Umum IAEA di Wina.
  • Larangan perjalanan Eslami berasal dari pemulihan sanksi PBB melalui mekanisme snapback, yang diaktifkan Inggris, Prancis, dan Jerman terkait tuduhan pelanggaran JCPOA oleh Iran.
  • Iran memprotes Austria dan menuding IAEA dipolitisasi, sementara AS menyebut Eslami tak boleh menghindari sanksi; insiden terjadi saat pemantauan IAEA atas nuklir Iran masih terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memblokir kehadiran Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, dalam Konferensi Umum Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, pada Senin (14/9/2026). Langkah tersebut diambil Washington dengan menolak permohonan dispensasi sanksi perjalanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi Eslami. Penolakan ini menuai kecaman dari Teheran yang menuding badan pengawas nuklir dunia tersebut telah dipolitisasi.

Pemerintah Austria akhirnya mencabut visa Eslami menjelang pembukaan agenda tahunan ke-70 tersebut. Akibatnya, delegasi Iran yang sudah bertolak menuju Wina terpaksa membatalkan kunjungan dan kembali ke negaranya. Insiden ini terjadi di tengah kebuntuan diplomasi nuklir antara Iran dan negara-negara Barat.

  1. 1. Kronologi pembatalan visa delegasi nuklir Iran

    sudut kota Wina, Austria
    sudut kota Wina, Austria (unsplash.com/Jacek Dylag)

    Eslami dan delegasinya dijadwalkan menghadiri Sidang Umum IAEA yang berlangsung selama lima hari di markas Wina. Rombongan tersebut dilaporkan telah menaiki penerbangan komersial dari Teheran pada Sabtu. Namun, perjalanan mereka tertahan setelah Austria membatalkan visa masuk secara mendadak.

    Pemerintah Austria awalnya sempat mengajukan izin pengecualian larangan perjalanan Eslami ke Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB. Sesuai mekanisme komite, izin dispensasi memerlukan persetujuan bulat dari seluruh anggota. Keberatan resmi yang diajukan perwakilan AS di New York membuat permohonan tersebut gugur.

    Pembatalan visa ini memutus kehadiran rutin Eslami yang selalu memimpin delegasi Iran di forum tahunan IAEA sejak 2021. Pada pertemuan tahun lalu, ia hadir langsung dan menyampaikan pidato mewakili negaranya. Teheran menilai penolakan ini mencederai hak partisipasi anggota sah IAEA.

  2. 2. Mekanisme snapback pulihkan sanksi perjalanan PBB

    bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
    bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Makaristos, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Larangan perjalanan yang menjerat Eslami berakar dari pengaktifan mekanisme snapback oleh Inggris, Prancis, dan Jerman pada tahun lalu. Ketiga negara tersebut menuduh Teheran melanggar kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. Pengaktifan klausul ini secara otomatis memberlakukan kembali sanksi PBB era pra-2015 yang sebelumnya sempat dibekukan.

    Pemulihan sanksi menghidupkan kembali embargo senjata konvensional, pembekuan aset luar negeri, dan larangan bepergian bagi pejabat program nuklir Iran. Aturan tersebut juga melarang produksi teknologi terkait nuklir dan pengembangan rudal balistik Teheran.

    Iran bersama sekutunya, seperti Rusia dan China, tidak mengakui keabsahan sanksi snapback tersebut. Moskow dan Beijing menilai sanksi itu cacat hukum karena masa berlaku Resolusi DK PBB Nomor 2231 telah berakhir. Upaya kedua negara menunda pemberlakuan sanksi melalui resolusi DK PBB sebelumnya juga kandas karena kalah suara.

    "Penggunaan isu visa sebagai alat untuk menekan dan memaksa adalah kebijakan yang tidak masuk akal serta tidak bertanggung jawab," kata Perwakilan Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina Mikhail Ulyanov, dilansir Press TV.

  3. 3. Iran panggil perwakilan diplomatik Austria

    bendera Iran
    bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

    Pemerintah AS membela keputusannya menolak dispensasi visa bagi pejabat Iran tersebut. Washington berdalih kehadiran delegasi Iran hanya akan menjadikan forum teknis IAEA sebagai panggung propaganda politik.

    "Dia (Eslami) adalah individu yang disanksi dan kami tidak ingin individu yang disanksi menghindari hukuman mereka. Dia meminta pengecualian sanksi dan permohonan itu ditolak," ujar Menteri Energi AS Chris Wright, dilansir CNA.

    Merespons tindakan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil Kuasa Usaha Austria di Teheran untuk melayangkan nota protes diplomatik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan desakan Washington tidak menggugurkan tanggung jawab Austria sebagai tuan rumah. Teheran juga menuduh IAEA telah kehilangan independensinya akibat tekanan negara-negara Barat.

    Insiden ini terjadi di tengah kebuntuan inspeksi fasilitas nuklir Iran. Teheran masih melarang inspektur internasional mengakses lokasi terdampak serangan AS-Israel, termasuk fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengakui lembaganya kehilangan pemantauan langsung atas aktivitas nuklir Iran selama lebih dari satu tahun terakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More