Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Sebut Iran Negara Munafik
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang diwawancara oleh jurnalis Fox News, Rachel Campos Duffy, pada 14 April 2025. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump menyebut Iran munafik karena mengklaim Teheran meminta pertemuan damai, tetapi kemudian membantah adanya negosiasi dengan AS.
  • Trump menyatakan pembicaraan berfokus pada pembukaan Selat Hormuz dan penghentian program senjata nuklir Iran, serta akan berlanjut hingga tercapai kesepakatan.
  • Pejabat AS mengatakan komunikasi tidak langsung sedang melanjutkan negosiasi yang tertunda sejak serangan 11 Juli, sementara Iran menyebut hanya bernegosiasi dengan Oman soal Selat Hormuz.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut Iran sebagai negara munafik. Sebab, menurut Trump, Iran telah meminta AS untuk melanjutkan negosiasi damai. Namun, di sisi lain, negara mayoritas Islam Syiah itu malah membantah mereka akan melanjutkan negosiasi dengan Negeri Paman Sam. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, Iran saat ini tidak bernegosiasi dengan AS, tetapi dengan Oman. Ia menjelaskan, Teheran dan Muscat kini sedang bernegosiasi soal Selat Hormuz.

“Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang akan mengatakan memohon. Pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan Oman,” tulis Trump di Truth Social pada Senin (3/8/2026), seperti dikutip Times of Israel.  

1. Trump tetap mengklaim negosiasi AS dan Iran berlanjut

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpartisipasi dalam wawancara dengan Bev Turner dari GB News di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada 14 November 2025. (flickr.com/The White House viacommons.wikimedia.org/The White House)

Meski sudah dibantah, Trump tetap mengklaim bahwa negosiasi AS dan Iran tengah berlanjut. Menurut Trump, negosiasi Washington dan Teheran berfokus pada pembukaan Selat Hormuz dan penghentian program senjata nuklir. Sebab, Trump ingin Iran mematuhi kedua hal tersebut. Trump mengatakan, negosiasi dengan Iran tidak hanya akan dilakukan saat ini saja, tetapi juga pada hari-hari berikutnya. Ia menyebut negosiasi akan terus berlanjut sampai Iran mencapai kesepakatan dengan AS. 

“Tidak ada yang bisa menembus pertahanan Iran, kecuali jika kita menginginkannya. Tidak akan ada yang bisa menembus pertahanan Iran, kecuali jika kesepakatan atau penyerahan total tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, sebenarnya kita sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir!” lanjut Trump. 

2. Negosiasi AS dan Iran dilakukan secara tidak langsung

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Di sisi lain, seorang pejabat AS anonim kepada CBS News mengatakan, negosiasi dengan Iran kini memang sedang berlangsung. Namun, tidak ada negosiasi baru di antara kedua negara. Sebab, Washington dan Teheran hanya melanjutkan negosiasi yang sempat tertunda karena kedua negara kembali terlibat aksi saling serang pada 11 Juli lalu.

Menurut pejabat tersebut, negosiasi ini dilakukan secara tidak langsung. Jadi, delegasi AS dan Iran hanya bertukar pesan dan proposal perdamaian saja. Ia menambahkan, negosiasi ini diwakili oleh negosiator dari masing-masing negara. AS diwakili oleh dua utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Namun, pejabat itu tidak menjelaskan siapa perwakilan Iran dalam negosiasi dengan AS.

3. Nasib negosiasi AS dan Iran tidak jelas

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Pernyataan berbeda dari AS dan Iran ini membuat nasib negosiasi damai kedua negara menjadi tidak jelas. Di sisi lain, Trump mengklaim negosiasi dengan Iran sedang berlangsung. Namun, di sisi lain, Iran membantah klaim tersebut. Perbedaan sikap ini tentu menjadi sinyal kurang bagus untuk upaya perdamaian antara Washington dan Teheran. 

Namun, negosiasi AS dan Iran sebetulnya sangat diperlukan. Sebab, negosiasi merupakan langkah paling efektif untuk menyudahi perang berkepanjangan di antara kedua negara. Jika Iran terus menolak negosiasi, AS dikhawatirkan akan kembali melakukan serangan yang lebih besar. Apalagi, Trump juga sudah mengancam akan kembali menggempur Iran jika kesepakatan dengan AS gagal diraih. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article