Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)
Beberapa waktu lalu, Iran sebetulnya sudah bersedia berdamai dengan AS dan Israel. Namun, untuk mencapai hal tersebut, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan AS dan Israel harus mematuhi syarat-syarat yang diberikan olehnya.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini, yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS, adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi (atas kerusakan yang ditimbulkan akibat perang), dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa depan,” tulis Pezeshkian dilansir Al Jazeera.
Namun, Trump enggan mematuhi semua syarat yang diberikan oleh Iran. Sebab, menurutnya, syarat-syarat tersebut tidak menguntungkan semua pihak. “Saat ini, syarat-syarat (yang diberikan oleh Iran) belum bagus,” ujar Trump.
Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, pada Selasa juga menegaskan dirinya tidak akan melakukan negosiasi damai dengan Negeri Paman Sam. Ia berjanji akan terus melawan AS dan Israel sampai menang. Langkah ini membuat perang diprediksi akan berjalan lama.