Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat yang Lolos Paskibraka Nasional 2026

Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat yang Lolos Paskibraka Nasional 2026
Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026 (dok. Kemensos)
  • Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat terpilih sebagai Calon Paskibraka 2026 mewakili Sulawesi Barat.
  • Ia menjadi siswi pertama Sekolah Rakyat yang lolos menjadi calon Paskibraka tingkat nasional.
  • Ismi menjalani pembinaan dan pelatihan terpusat di Jakarta menjelang upacara 17 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian mana dari perjalanan Ismi yang paling menarik?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 untuk mewakili Provinsi Sulawesi Barat. Gadis 16 tahun asal Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu menjadi satu dari 76 putra-putri yang terpilih mewakili 38 provinsi.

Bagi Sekolah Rakyat, keberhasilan Ismi memiliki arti khusus. Sebab, Ismi tercatat sebagai siswi pertama dari sekolah tersebut yang lolos menjadi Calon Paskibraka.

Putri ketiga pasangan Rahman dan Suburia itu menerima kabar kelulusannya pada 22 Juni 2026. Ismi pun menyambut pencapaian tersebut dengan penuh syukur.

“Ini baru pertama kalinya saya menjadi Paskibra,” ujar Ismi dalam keterangan yang dibagikan Kementerian Sosial, dikutip Minggu (16/8/2026).

  1. 1. Ismi anak buruh tani

    Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026 (dok. Kemenso
    Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026 (dok. Kemensos)

    Sebagai anak buruh tani, Ismi sebelumnya tidak pernah membayangkan dirinya bisa menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera, terlebih sampai ke tingkat nasional. Ketertarikannya pada baris-berbaris justru mulai tumbuh ketika bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar. Saat masih duduk di bangku SMP, ia belum pernah bergabung dalam pasukan pengibar bendera di sekolah.

    Ismi tinggal bersama kedua orang tua dan empat saudaranya di rumah semi permanen berukuran 74 meter persegi. Di Sekolah Rakyat, ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menjadi pintu awalnya mengenal baris-berbaris.

    Dukungan dari SRT 22 Polewali Mandar kemudian semakin memperkuat langkah Ismi. Sekolah tidak hanya mendorongnya mengikuti seleksi, tetapi juga memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Intelegensia Umum.

    Kemampuan seni turut diasah, sementara latihan baris-berbaris diberikan secara rutin dan intensif. Keinginan Ismi menjadi Paskibraka semakin kuat setelah melihat sosok Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara.

    Ismi mengenal sosok Bianca melalui media sosial. Dari sana, muncul keinginan untuk mengikuti jejak dan meraih prestasi serupa.

  2. 2. Perjalanan menjadi seorang Paskibraka tidak mudah

    Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026 (dok. Kemenso
    Salah seorang siswa dari Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar, Ismi Ulfaida terpilih sebagai salah satu anggota Paskibraka 2026 (dok. Kemensos)

    Perjalanan menuju Paskibraka nasional tidak mudah. Ismi harus melewati seleksi yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

    Setiap tahapan mencakup verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), kesamaptaan, pelatihan baris-berbaris, tes kepribadian, serta penilaian minat dan bakat. Pada tingkat provinsi, Ismi juga menjalani psikotes.

    Kedisiplinan dan ketekunan menjadi bekal Ismi menghadapi persaingan dengan 119.441 pendaftar. Pada awalnya, target Ismi hanya menembus seleksi Paskibraka tingkat provinsi. Perjuangannya ternyata membawa hasil lebih tinggi setelah namanya masuk dalam daftar calon Paskibraka tingkat nasional.

    Lolos menjadi Paskibraka tingkat pusat membuat Ismi harus mengikuti karantina serta pembinaan dan pelatihan terpusat di Jakarta. Jarak yang jauh dari keluarga menjadi tantangan tersendiri. Sebelum berangkat ke Jakarta, Ismi masih dapat bertemu orang tuanya setiap dua pekan di Sekolah Rakyat.

    Kerinduan kepada keluarga sempat membuat Ismi sedih. Namun, kondisi tersebut justru ia jadikan penyemangat untuk menjalani seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia ingin pencapaiannya menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.

    “Mama, Papa, sehat-sehat ya di sana, jaga kesehatan, tunggu Ismi pulang,” kata Ismi.

  3. 3. Mulai ikut pembinaan Paskibraka sejak 14 Juli 2026

    Calon Paskibra (Capaskibraka) gladi kotor upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
    Calon Paskibra (Capaskibraka) gladi kotor upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Ismi mulai mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat 2026 sejak 14 Juli 2026. Sejak saat itu, ia menjalani latihan secara tekun sebagai persiapan untuk dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka pada peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara, 17 Agustus 2026.

    Rutinitas yang diterapkan selama pelatihan tidak membuat Ismi kesulitan beradaptasi. Pola hidup disiplin yang sudah ia jalani selama bersekolah di Sekolah Rakyat menjadi bekal ketika mengikuti karantina dan latihan terpusat di Jakarta.

    “Bangun tidur, terus mandi, salat. Habis itu olahraga pagi, lanjut latihan sampai jam tujuh, ishoma, latihan lagi sampai jam lima sore, salat Magrib, makan malam, salat Isya. Kalau ada materi, materi dulu. Kalau enggak ada, langsung istirahat. Mirip di Sekolah Rakyat,” ucap Ismi.

    Kini, Ismi menantikan pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026. Ia bertekad memberikan kemampuan terbaik agar dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka sekaligus membawa kebanggaan bagi kedua orang tuanya serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjuangannya.

    Dukungan tersebut datang dari teman-teman, tenaga pengajar, hingga tenaga pendidik SRT 22 Polewali Mandar. Meski menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil mencapai tingkat nasional, Ismi tetap mengingat perjalanan panjang yang membawanya sampai ke titik tersebut.

    “Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat ya. Jangan putus asa, jangan mudah menyerah,” imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More