Jakarta, IDN Times - Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) telah meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki serangan rudal Amerika Serikat (AS) yang menghantam sebuah acara pernikahan di wilayah selatan Iran. Organisasi kemanusiaan itu mengatakan, serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang karena menyasar warga sipil.
Sedikitnya empat orang, termasuk dua anak berusia 4 dan 16 tahun, tewas akibat serangan AS di kota Kuhestak, wilayah Sirik, pada Selasa (1/9/2026) malam. Jumlah korban tewas kemungkinan bisa bertambah mengingat beberapa dari 67 korban luka masih dalam kondisi kritis.
“Mengingat laporan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat berlangsungnya upacara pernikahan keluarga—serta adanya warga sipil di lokasi kejadian—peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran serius berdasarkan hukum humaniter internasional dan menuntut dilakukannya penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan efektif," demikian surat IRCS yang ditujukan kepada ICC pada Rabu (2/9/2026).
