Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bulgaria Kecam Serangan Drone yang Menyasar 2 Kapal di Laut Hitam

2 min read
Bulgaria Kecam Serangan Drone yang Menyasar 2 Kapal di Laut Hitam
ilustrasi bendera Bulgaria (unsplash.com/aboodi_vm)
  • PM Bulgaria Rumen Radev mengecam serangan drone terhadap dua kapal komersial di ZEE Bulgaria, menyebutnya pelanggaran hukum maritim dan internasional.
  • Bulgaria belum memastikan asal drone dan akan bekerja sama dengan Turki, Rumania, serta meminta dukungan AS untuk menyelidiki lokasi serangan.
  • Pencarian 10 awak yang hilang ditunda setelah 18 awak diselamatkan; Ukraina menyangkal keterlibatan dan menuding militer Rusia sebagai pelaku serangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Bulgaria, Rumen Radev mengatakan bahwa dua kapal komersial menjadi sasaran serangan drone di Laut Hitam. Sementara, serangan ini menjadi yang pertama di area perairan negara anggota NATO. 

“Serangan ini tidak dapat diterima karena terletak di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Bulgaria. Ini jelas sebuah pelanggaran terhadap hukum maritim dan internasional,” terangnya, dikutip dari NBC News, Kamis (8/10/2026).

Sebelumnya, sejumlah drone yang diduga berasal dari Rusia sudah masuk ke Moldova dan Rumania. Bahkan, pekan lalu, sebanyak lima drone sudah masuk ke wilayah udara Moldova. 

  1. 1. Bulgaria belum bisa pastikan asal drone dari Rusia

    ilustrasi drone
    ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack)

    Pada saat yang sama, Radev mengatakan bahwa belum ada bukti asal drone yang masuk di Bulgaria. Menurutnya, asal muasal drone tersebut harus diselidiki lewat bukti konkret dan tidak boleh hanya didasarkan pada asumsi semata. 

    “Jika kami menilai bahwa muatan dan arah perjalanan kapal, maka secara logika pasti akan mengarah ke Rusia. Namun, ini bukan berarti klaim ini dilakukan Rusia tanpa adanya bukti,” ungkapnya, dikutip dari Novinite.

    PM Bulgaria itu mengaku akan bekerja sama dengan Turki dan Rumania dalam mengungkap asal drone. Ia juga akan meminta Amerika Serikat (AS) untuk mendukung pengujian lokasi serangan. 

  2. 2. Bulgaria tunda pencarian 10 awak kapal yang hilang

    ilustrasi kapal feri
    ilustrasi kapal feri (unsplash.com/jamorenopr)

    Menyusul serangan drone ini, sebanyak 10 awak kapal yang diserang drone dinyatakan hilang. Namun, otoritas Bulgaria akhirnya menunda pencarian awal kapal tersebut pada pukul 16.00 waktu setempat, usai melakukan pencarian selama seharian. 

    Dilansir Euronews, sebanyak 18 awal kapal Able, di mana 11 berasal dari Turki dan 7 dari India, sudah diselamatkan oleh otoritas setempat menggunakan kapal feri. Dua orang diketahui sudah dibawa ke rumah sakit, mereka mengalami luka bakar dan luka di kepala. Kedua kapal tersebut dimiliki oleh perusahaan Turki. 

  3. 3. Ukraina tuding Rusia sengaja serang kapal di Laut Hitam

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (President Of Ukraine from Україна, CC0, via Wikimedia Commons)

    Di sisi lain, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa militer Ukraina tidak terlibat dalam serangan kapal di perairan Bulgaria di Laut Hitam. Menurutnya, serangan drone tersebut sudah dilakukan oleh militer Rusia. 

    Presiden Ukraina keenam itu menilai tindakan Rusia ini adalah upaya untuk membuat Laut Hitam bagian barat tidak dapat dilalui. Ia menambahkan, Ukraina sudah memberikan detail keterangan kepada Bulgaria mengenai masalah serangan ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More