Jakarta, IDN Times - Korea Selatan (Korsel) resmi mengajukan proposal pembicaraan militer kepada Korea Utara pada 23 Oktober 2026. Inisiatif diplomatik tersebut bertujuan memperjelas lokasi garis demarkasi militer (MDL) dan mencegah bentrokan yang tidak disengaja di perbatasan.
Langkah tersebut dinilai penting karena kedua pihak memiliki interpretasi berbeda mengenai batas wilayah, sementara pembangunan infrastruktur pertahanan di perbatasan terus berlangsung. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan menyusul insiden ledakan ranjau darat pada September lalu, yang melukai 3 tentara Korsel di Zona Demiliterisasi (DMZ), dilansir NHK News.
Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan dialog tersebut juga akan membahas pemulihan jalur komunikasi militer. Seoul membuka kemungkinan perundingan tiga pihak dengan melibatkan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin Amerika Serikat. Namun, belum ada kepastian apakah Pyongyang akan menerima tawaran tersebut.
