Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Memanas, Korut Siap Lanjutkan Propaganda Pengeras Suara ke Korsel

3 min read
Memanas, Korut Siap Lanjutkan Propaganda Pengeras Suara ke Korsel
Perbatasan Korut-Korsel. (Uwe Brodrecht, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Kim Yo-jong menyatakan propaganda pengeras suara Korut ke arah Korsel siap dioperasikan lagi dalam beberapa hari, di tengah memburuknya hubungan kedua negara.
  • Korut memperkuat perbatasan dengan ranjau, kawat berduri, dan penghalang anti-tank, sementara Seoul mengancam langkah balasan proporsional jika siaran dilanjutkan.
  • Pyongyang mengecam peringatan dan tembakan Korsel di perbatasan sebagai provokasi, serta mengancam tindakan tegas bila keamanan wilayah atau personelnya dirugikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Saudara perempuan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Yo-jong, mengatakan bahwa propaganda pengeras suara yang ditujukan ke Korea Selatan (Korsel) akan siap dioperasikan kembali dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah KCNA pada Kamis (22/10/2026), muncul di tengah memburuknya hubungan antara Seoul dan Pyongyang.

Dalam beberapa tahun terakhir, baik Korut maupun Korsel telah menggunakan pengeras suara raksasa untuk menyiarkan propaganda yang melintasi perbatasan. Pyongyang menyiarkan suara lolongan binatang yang mengerikan, sementara Seoul memutar musik K-pop serta berita yang mengkritik negara rivalnya tersebut, dilansir The Guardian.

Ketegangan meningkat setelah ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada bulan lalu melukai tiga tentara Korsel. Seoul dan Komando PBB mengklaim bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh ranjau anti-personel milik Korut. Namun, Pyongyang membantah keterlibatannya dan menyebut insiden tersebut sebagai sandiwara yang direkayasa.

  1. 1. Korut berupaya perkuat sisi perbatasan dengan Korsel

    ilustrasi bendera Korea Utara (unsplash.com/Micha Brandli)
    ilustrasi bendera Korea Utara (unsplash.com/Micha Brandli)

    Ancaman propaganda pengeras suara muncul di tengah upaya Korut memperkuat sisi perbatasannya. Pyongyang telah memasang ranjau, membentangkan kawat berduri, dan mendirikan penghalang anti-tank di sepanjang perbatasan. Pada Desember 2023, Pemimpin Korut, Kim Jong-un, menyatakan bahwa kedua negara Korea itu saling bermusuhan.

    Pada Rabu (21/10/2026), Kim Yo-jong meninjau sejumlah titik pertahanan di sepanjang perbatasan bersama Pak Jong-chon, seorang marsekal sekaligus penasihat bagi kementerian pertahanan Pyongyang. Kim menyebut propaganda pengeras suara sebagai tindakan yang paling adil dan respons yang tepat.

    Kim mengatakan bahwa perbatasan Korut-Korsel telah diblokir secara jelas dan diubah menjadi benteng yang jauh lebih kokoh. Dia menambahkan bahwa Kim Jong-un telah menyampaikan kepadanya bahwa wilayah itu harus menjadi garis permanen yang tidak boleh dilintasi sama sekali, dikutip dari Yonhap.

  2. 2. Korsel siap membalas jika Korut melanjutkan propaganda pengeras suara

    Bendera Korea Selatan (Korsel) (pexels.com/byunghyun lee)
    Bendera Korea Selatan (Korsel) (pexels.com/byunghyun lee)

    Pada Kamis, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan bahwa akan ada tindakan balasan yang proporsional jika Korut benar-benar melaksanakan propagandanya. Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan apa pun yang diambil.

    Jika kembali dilanjutkan, siaran pengeras suara tersebut akan menjadi pertukaran siaran yang pertama dalam 16 bulan terakhir. Presiden Korsel, Lee Jae Myung, sempat menghentikan siaran Seoul hanya beberapa hari setelah menjabat pada Juni 2025 guna meredakan ketegangan dengan Pyongyang.

    Seoul mengklaim pasukan Korut telah berulang kali melintasi garis demarkasi militer selama berlangsungnya pekerjaan konstruksi perbatasan. Hal tersebut mendorong tentaranya untuk melayangkan peringatan lewat pengeras suara dan melepaskan tembakan peringatan.

  3. 3. Pyongyang akan balas Seoul jika tembakan peringatan merugikan personelnya

    bendera Korea Utara (pixabay.com/Chickenonline)
    bendera Korea Utara (pixabay.com/Chickenonline)

    Korut menyebut peringatan Korsel kepada personelnya sebagai provokasi. Pihaknya memperingatkan bahwa jika tembakan peringatan tersebut menimbulkan kerugian nyata terhadap keamanan wilayah dan keselamatan personel negaranya, maka penjaga perbatasan Pyongyang tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada para personel Seoul.

    Pak menuduh Korsel melontarkan klaim yang disengaja, direncanakan, dan tidak masuk akal terkait klaim bahwa pasukan Korut telah melintasi perbatasan saat melakukan inspeksi. Dia mengatakan bahwa tentara Pyongyang jauh lebih memahami letak garis perbatasan dibandingkan pihak mana pun, mengutip NBC News.

    Pejabat pertahanan Korut itu mendesak pasukannya untuk mengubah garis perbatasan menjadi benteng yang tak bisa ditembus. Pak juga memperingatkan pihaknya untuk segera mengambil tindakan tegas jika pasukan musuh mengancam keselamatan personel Pyongyang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More