Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China Ingin Lanjutkan Kerja Sama Infrastruktur dengan RI, Singgung Whoosh
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (x.com/SpoxCHN_LinJian)
  • China menyatakan siap mendorong lebih banyak kerja sama infrastruktur dengan Indonesia melalui mekanisme Comprehensive Strategic Dialogue.
  • China menilai Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah melayani lebih dari 16 juta penumpang sejak beroperasi.
  • China dan Indonesia membahas kerja sama perdagangan, maritim, energi, keamanan, dan pertahanan melalui dua mekanisme dialog.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?
Vote Now
Jumat pekan lalu

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyelesaikan kunjungan ke Indonesia. China dan Indonesia menggelar pertemuan pertama Comprehensive Strategic Dialogue Mechanism serta pertemuan kedua mekanisme 2+2.

Senin (24/8/2026)

Lin Jian menyatakan China siap mendorong lebih banyak kerja sama infrastruktur dengan Indonesia melalui Comprehensive Strategic Dialogue. Ia menyinggung Whoosh sebagai contoh kerja sama yang dinilai bermanfaat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?
Vote Now
  • What?
    China menyatakan siap mendorong lebih banyak kerja sama infrastruktur dengan Indonesia dan menyinggung Whoosh sebagai contoh kerja sama.
  • Who?
    China, Indonesia, Lin Jian, Wang Yi, Sugiono, Xi Jinping, dan Prabowo Subianto terlibat dalam pembahasan kerja sama.
  • Where?
    Di Indonesia, dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai contoh kerja sama infrastruktur.
  • When?
    Lin menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers pada Senin (24/8/2026), setelah Wang Yi menyelesaikan kunjungan ke Indonesia pada Jumat pekan lalu.
  • Why?
    Comprehensive Strategic Dialogue ditujukan menjalankan kesepahaman Xi Jinping dan Prabowo Subianto serta memperdalam kerja sama praktis.
  • How?
    Kerja sama didorong melalui Comprehensive Strategic Dialogue dan China-Indonesia Joint Foreign and Defense Dialogue atau mekanisme 2+2.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?
Vote Now

China mau bekerja sama lagi dengan Indonesia untuk membangun banyak hal, seperti jalan dan kereta. Lin Jian bilang kereta Whoosh sudah membawa lebih dari 16 juta orang. China dan Indonesia juga bertemu untuk membahas perdagangan, laut, energi, keamanan, dan pertahanan. Sekarang, mereka sepakat membuat rencana kerja sama baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?
Vote Now

Pembentukan Comprehensive Strategic Dialogue memberi ruang bagi China dan Indonesia untuk menyelaraskan strategi pembangunan serta menyusun rencana aksi lima tahun baru. Pembahasan yang mencakup infrastruktur, perdagangan, maritim, energi, sumber daya mineral, kecerdasan buatan, keamanan, dan pertahanan menunjukkan kerja sama kedua negara menjangkau berbagai bidang yang telah disepakati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - China menyatakan siap mendorong lebih banyak kerja sama infrastruktur dengan Indonesia melalui mekanisme Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) yang baru dibentuk kedua negara. Beijing menyinggung Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sebagai salah satu contoh kerja sama yang dinilai telah memberikan manfaat bagi Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah melayani lebih dari 16 juta penumpang sejak mulai beroperasi. Menurutnya, layanan tersebut berjalan aman dan lancar serta telah memperbaiki kondisi transportasi masyarakat di sepanjang jalur kereta.

“Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah melayani lebih dari 16 juta penumpang dengan operasi yang aman dan lancar sejak dibuka. Kereta ini telah memperbaiki kondisi transportasi lokal dan membuat perjalanan lebih mudah bagi masyarakat di sepanjang jalurnya,” kata Lin dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyelesaikan kunjungan ke Indonesia pada Jumat pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, China dan Indonesia menggelar pertemuan pertama China-Indonesia Comprehensive Strategic Dialogue Mechanism serta pertemuan kedua China-Indonesia Joint Foreign and Defense Dialogue atau mekanisme 2+2.

1. China ingin dorong proyek infrastruktur baru

Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. (IDN Times/Amir Faisol)

Lin mengatakan, pengalaman kerja sama melalui proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat menjadi bagian dari penguatan kerja sama Indonesia dan China ke depan. Namun, Beijing tidak menyebut adanya proyek kereta cepat baru dalam pernyataannya.

Menurut Lin, China siap memanfaatkan mekanisme Comprehensive Strategic Dialogue untuk menghasilkan lebih banyak capaian kerja sama, termasuk di bidang infrastruktur.

“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memanfaatkan sepenuhnya mekanisme Comprehensive Strategic Dialogue, memajukan kerja sama Belt and Road berkualitas tinggi, menghasilkan lebih banyak capaian kerja sama di bidang infrastruktur dan bidang lainnya, serta memberikan dorongan baru bagi modernisasi masing-masing negara,” ujarnya.

Lin mengatakan, Comprehensive Strategic Dialogue merupakan langkah bersama China dan Indonesia untuk menjalankan kesepahaman yang dicapai oleh Presiden China Xi Jinping dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Mekanisme tersebut bertujuan memperdalam kerja sama praktis di berbagai bidang, mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Dalam pertemuan pertama mekanisme tersebut, Wang Yi dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono membahas perkembangan kerja sama bilateral sekaligus menyepakati sejumlah langkah lanjutan.

Kedua negara sepakat memperdalam penyelarasan strategi pembangunan dan mulai menyusun rencana aksi lima tahun baru untuk hubungan bilateral. China dan Indonesia juga sepakat menetapkan target perdagangan bilateral yang lebih ambisius serta memperluas kerja sama dalam bidang new-quality productive forces, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

2. Kerja sama maritim hingga energi jadi pembahasan utama

Menlu China Wang Yi dan Menlu Sugiono dalam joint press statement usai Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain infrastruktur dan perdagangan, China dan Indonesia menyepakati penguatan kerja sama di sektor maritim. Kedua negara mencapai kesepakatan untuk memulai kembali kerja sama perikanan, mempercepat kerja sama maritim, serta mendorong pembangunan bersama.

“Kedua pihak mencapai kesepakatan untuk memulai kembali kerja sama di bidang perikanan, mempercepat kerja sama maritim dan mendorong pembangunan bersama,” kata Lin.

Kedua negara juga menilai penguatan kerja sama energi dan sumber daya mineral sesuai dengan kepentingan bersama. China dan Indonesia menyatakan kesiapan membangun kemitraan yang komprehensif, terbuka, dan hijau di sektor tersebut.

China, menurut Lin, siap membantu Indonesia mengubah keunggulan sumber daya menjadi momentum pembangunan, mempercepat proses industrialisasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Indonesia juga disebut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan China terhadap pembangunan lokal. “Indonesia menyatakan kesiapan untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan bersahabat bagi perusahaan-perusahaan China,” ujar Lin.

Lin mengatakan, penguatan hubungan ekonomi tersebut menjadi salah satu bagian dari kerja sama strategis kedua negara. China dan Indonesia merupakan negara berkembang besar sekaligus anggota penting Global South. “Keberhasilan kerja sama China-Indonesia juga merupakan keberhasilan Global South,” kata Lin.

3. China-Indonesia sepakat tolak Unilateral Bullying

Menlu Sugiono dan Menlu China Wang Yi usai melakukan tete a tete di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain Comprehensive Strategic Dialogue, kunjungan Wang Yi ke Indonesia juga diisi pertemuan kedua China-Indonesia Joint Foreign and Defense Dialogue atau 2+2. Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Lin mengatakan, mekanisme 2+2 China-Indonesia merupakan mekanisme dialog tingkat menteri 2+2 pertama yang dibentuk China secara global. Pertemuan kali ini menjadi pertemuan kedua dari mekanisme tersebut.

Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat mengoordinasikan dua tugas besar, yakni pembangunan dan keamanan. China dan Indonesia juga menyatakan pentingnya membangun kemitraan keamanan, saling mendukung kepentingan inti masing-masing, serta menentang campur tangan eksternal.

“Kedua pihak sepakat mengenai perlunya mengoordinasikan dua tugas besar pembangunan dan keamanan, menumbuhkan rasa kemitraan keamanan, saling mendukung kepentingan inti, bersama-sama menentang campur tangan eksternal, dan mengupayakan kemajuan yang lebih besar dalam kerja sama politik, keamanan dan pertahanan,” ujar Lin.

Kedua negara juga sepakat menjaga momentum kerja sama regional serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Koordinasi kebijakan di berbagai platform multilateral akan diperkuat.

“Keduanya akan menjaga momentum keseluruhan kerja sama regional dan mempertahankan perdamaian serta stabilitas di Laut China Selatan, memperkuat koordinasi kebijakan di platform multilateral, menentang unilateral bullying dan politik kekuatan, serta menjaga keadilan dan kewajaran internasional serta hak dan kepentingan yang sah dari negara-negara berkembang,” kata Lin.

Menurut Lin, situasi dunia saat ini berada di persimpangan antara persatuan dan perpecahan serta antara kerja sama dan konfrontasi. Karena itu, ia menilai penguatan koordinasi strategis China dan Indonesia memiliki arti yang lebih luas dari sekadar hubungan bilateral.

“Sebagai negara berkembang besar dan anggota penting Global South, upaya China dan Indonesia untuk memperkuat koordinasi strategis serta memperdalam solidaritas dan kerja sama memiliki arti penting yang jauh melampaui dimensi bilateral,” ujarnya.

China, kata Lin, siap bekerja sama dengan Indonesia untuk menerjemahkan berbagai kesepahaman yang dicapai melalui mekanisme tersebut menjadi hasil nyata. Kedua negara juga akan memperluas dan memperdalam kerja sama strategis secara menyeluruh, menghadapi risiko dan tantangan, serta mendorong modernisasi masing-masing negara.

Lin mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap stabilitas dan kemakmuran di kawasan maupun di luar kawasan.

Pilih bidang kerja sama Indonesia-China yang paling penting

Bidang kerja sama Indonesia-China mana yang paling penting?

See More
Infrastruktur dan transportasi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Maritim, energi, dan keamanan

Curated For You

Editorial Team

Related Article