Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Benarkah RI Buka Ruang Udara untuk Malaysia-Singapura?

CEK FAKTA: Benarkah RI Buka Ruang Udara untuk Malaysia-Singapura?
Potret kebakaran hutan (unsplash.com/Miki Newbry)
  • Indonesia mengizinkan Malaysia memasuki wilayah udara untuk operasi cloud seeding di perbatasan kedua negara.
  • Izin tersebut bukan pembukaan wilayah udara secara umum untuk Malaysia dan Singapura melakukan pemadaman kebakaran.
  • Bantuan pemadaman dari Malaysia masih menunggu permintaan resmi Indonesia, sedangkan izin serupa untuk Singapura belum ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Izin Indonesia untuk Malaysia berlaku untuk apa?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia memberikan izin resmi kepada Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia dalam rangka melakukan operasi modifikasi cuaca atau cloud seeding. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama kedua negara untuk mengatasi kabut asap yang menyebar akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengatakan Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia dan Departemen Meteorologi Malaysia tengah menyiapkan jadwal operasi cloud seeding di sejumlah lokasi perbatasan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan militer Indonesia.

Namun, informasi tersebut perlu diluruskan. Izin yang diberikan Indonesia berkaitan dengan operasi cloud seeding, bukan pembukaan wilayah udara secara umum agar Malaysia atau Singapura dapat masuk dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam informasi yang tersedia, Malaysia memang menyatakan siap menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk memadamkan kebakaran. Akan tetapi, bantuan tersebut masih menunggu permintaan spesifik dari Indonesia dan selanjutnya akan dibawa ke kabinet Malaysia untuk ditindaklanjuti.

  1. 1. Malaysia dapat izin lakukan Cloud Seeding

    ilustrasi kebakaran hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Cameron Strandberg)

    Kurup mengatakan, Indonesia telah memberikan izin resmi bagi badan-badan Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia dalam rangka melaksanakan operasi cloud seeding.

    Operasi tersebut akan dilakukan di wilayah perbatasan kedua negara. Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia dan Departemen Meteorologi Malaysia saat ini menyiapkan jadwal pelaksanaan operasi dan akan berkoordinasi dengan militer Indonesia.

    Langkah tersebut dilakukan ketika kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berdampak ke sejumlah wilayah Malaysia. Sarawak menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena berbatasan langsung dengan Kalimantan di Pulau Borneo.

    Pada Selasa (25/8/2026), enam distrik di Sarawak tercatat memiliki indeks polusi udara atau API pada kategori tidak sehat. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Malaysia.

    Kurup mengatakan Malaysia juga siap memberikan bantuan kepada Indonesia untuk memadamkan kebakaran. Namun, bantuan pemadaman tersebut berbeda dengan operasi cloud seeding yang telah mendapatkan izin.

    “Bantuan spesifik apa pun akan disampaikan kepada kabinet untuk tindakan lebih lanjut,” kata Kurup dalam pernyataannya, seperti dikutip dari AsiaOne.

    Malaysia dan Indonesia juga berencana meningkatkan program pemadaman serta pencegahan kebakaran menjelang sejumlah hari libur nasional dalam beberapa pekan mendatang, termasuk perayaan Hari Malaysia di Sarawak pada 16 September.

  2. 2. Indonesia perketat penanganan karhutla

    Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu
    Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), selepas memimpin rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak. (Sekretariat Kabinet)

    Di sisi Indonesia, Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/8/2026) memerintahkan pencabutan izin usaha perusahaan yang terbukti memerintahkan pembakaran hutan dan lahan.

    Perintah tersebut disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat koordinasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Ia menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan terhadap perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran.

    “Perusahaan mana pun, siapa pun mereka, jika ada sedikit saja indikasi bahwa mereka memerintahkan pembakaran, kami akan mencabut izin mereka,” kata Prabowo.

    “Kami akan mencabut semua izin perusahaan. Saya tidak main-main,” lanjutnya.

    Prabowo juga meminta aparat mencegah masyarakat melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat, terutama di tingkat desa, perlu diperkuat agar masyarakat memahami bahwa pembakaran lahan dilarang.

    Bagi masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan, Prabowo meminta mereka melapor kepada pemerintah agar dapat memperoleh bantuan. Pemerintah daerah, TNI, dan Polri disebut dapat membantu proses pembukaan lahan melalui kelompok tani.

    “Kalau mereka perlu membuka lahan, mereka harus melapor kepada camat atau bupati, dan pemerintah akan membantu mereka,” ujar Prabowo.

    Prabowo juga mengunjungi Palembang pada hari yang sama. Di sana, ia meminta pemerintah bergerak segera ketika kebakaran hutan dan lahan muncul dan tidak menunggu api berkembang menjadi hotspot besar.

    “Jangan menunggu sampai menjadi hotspot. Tolong langsung datangi hotspot tersebut … Sumber air bisa dibor di daerah-daerah itu,” kata Prabowo.

    Pemerintah Indonesia juga melakukan pemantauan hotspot berbasis satelit, mengerahkan helikopter untuk water bombing, serta menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk mendorong turunnya hujan di wilayah yang terdampak kebakaran.

  3. 3. Singapura berjibaku dengan kabut asap

    ilustrasi asap karhutla
    ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexander Popadin)

    Dampak kebakaran hutan dan lahan Indonesia juga dirasakan Singapura. Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) pada Senin memperingatkan bahwa periode kabut asap dapat terjadi setelah peningkatan aktivitas hotspot terdeteksi selama akhir pekan.

    Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan Indonesia memberikan izin kepada Singapura untuk memasuki wilayah udara RI guna melakukan operasi cloud seeding atau pemadaman kebakaran.

    Yang telah dinyatakan secara jelas sejauh ini hanya Malaysia memperoleh izin untuk melakukan operasi cloud seeding di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Sementara itu, Malaysia juga menyatakan kesiapan membantu pemadaman kebakaran Indonesia, tetapi bantuan tersebut masih menunggu permintaan spesifik dari Jakarta.

    Di Malaysia sendiri, dampak kabut asap cukup signifikan. Sebanyak 30 stasiun pemantauan di seluruh negeri mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

    Sarawak menjadi episentrum polusi udara Malaysia. Distrik Serian mencatat angka API tertinggi secara nasional, yakni 180, mendekati ambang kategori sangat tidak sehat yang berada pada angka 201.

    Di Semenanjung Malaysia, sejumlah stasiun pemantauan di Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya juga mencatat kualitas udara tidak sehat. Shah Alam mencatat angka 162, disusul Putrajaya 156, Batu Muda di Kuala Lumpur dan Kuala Selangor masing-masing 155, Banting 152, serta Petaling Jaya 151.

    Sementara itu, kebakaran di Indonesia dilaporkan telah membakar sekitar 85 ribu hektare lahan di Sumatra dan Kalimantan. Data satelit Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan Sumatra Selatan mencatat jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.429 titik.

    Selanjutnya, Kalimantan Barat mencatat 1.226 hotspot dan Kalimantan Tengah 811 titik. Kalimantan Timur mencatat 576 titik, disusul Riau 503, Papua Barat 468, dan Jambi 458 titik.

    Dengan demikian, benar jika Indonesia memberikan ruang bagi Malaysia untuk melakukan operasi cloud seeding dalam penanganan kabut asap di wilayah perbatasan. Namun, belum tepat jika informasi tersebut diperluas menjadi klaim Indonesia telah membuka wilayah udaranya untuk Malaysia dan Singapura melakukan pemadaman kebakaran.

    Untuk Malaysia, izin cloud seeding sudah dikonfirmasi. Sementara bantuan pemadaman langsung dari Malaysia masih berada pada tahap kesiapan dan menunggu permintaan resmi Indonesia. Adapun untuk Singapura, belum ada informasi dalam materi yang tersedia mengenai izin serupa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More