Kota Yangon, Myanmar (unsplash.com/Zuyet Awarmatik)
Min Zin memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia aktivisme karena pernah terlibat dalam gerakan pro-demokrasi Myanmar pada 1988. Demi menghindari penangkapan oleh junta militer yang berkuasa saat itu, ia memutuskan melarikan diri ke luar negeri.
Min Zin kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di AS dan berhasil meraih gelar master dalam bidang ilmu politik. Saat ini, dirinya tercatat sebagai salah satu kandidat doktor di Universitas California, Berkeley, AS.
Selain menempuh jalur akademik, ia juga mendirikan lembaga think thank bernama Institute for Strategy and Policy Myanmar pada 2016. Organisasi ini fokus meneliti dinamika konflik, kepemimpinan demokratis, serta partisipasi publik di Myanmar.
Lembaga riset tersebut terpaksa memindahkan operasional mereka ke luar negeri setelah terjadi kudeta militer di Myanmar pada awal 2021. Selama ini, Min Zin juga aktif menulis artikel opini kritis di berbagai media internasional mengenai pengaruh China di Myanmar.