Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Nepal, Balendra Shah, mengatakan bahwa banjir bandang yang meluluhlantakkan negaranya bulan lalu sebagai peringatan bagi dunia. Dalam pidatonya di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB (UNGA) pada Kamis (24/9/2026), Shah menyerukan tindakan untuk mengatasi ancaman perubahan iklim yang kian meningkat.
Shah menyebut bahwa para pemimpin politik telah lalai dalam menerjemahkan peringatan-peringatan iklim menjadi tindakan nyata dengan kecepatan dan skala yang dibutuhkan oleh masyarakat rentan. Pemimpin Nepal itu menegaskan kepada para pemimpin dunia bahwa bencana pada Agustus lalu bukan sekadar tragedi lokal, dikutip dari Al Jazeera.
Setidaknya 1.453 orang tewas ketika terjangan lumpur, batu, dan air menghantam wilayah utara Nepal serta perbatasan China-Tibet pada 26 Agustus lalu. Menurut Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal, 5.500 orang masih dinyatakan hilang dan 13.795 orang telah berhasil diselamatkan.
