Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dino Minta Kemlu Sebar Video Kebiadaban OPM Jadi Bukti Kekerasan ke Sipil
Dino Patti Djalal dalam Ngobrol Seru IDN Times membahas perubahan iklim. (IDN Times/Fauzan)
  • Dino Patti Djalal meminta Kemlu dan diplomat Indonesia menyebarkan video kekerasan OPM, termasuk pembunuhan tiga warga sipil di Yahukimo, kepada komunitas internasional.
  • Menurut Dino, penyebaran bukti diperlukan agar simpatisan OPM di luar negeri memahami situasi lapangan; ia menegaskan tidak ada negara maupun PBB yang mendukung OPM.
  • Dino mendesak TNI dan Polri mengidentifikasi, menangkap, serta mengadili pelaku pembunuhan, sambil menjalankan penegakan hukum profesional, proporsional, menghormati HAM, dan melindungi masyarakat Papua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan para diplomat Indonesia di luar negeri lebih aktif menyampaikan bukti kekerasan yang dilakukan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kepada masyarakat internasional.

Seruan itu disampaikan menyusul pembunuhan tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Menurut Dino, pembunuhan yang terekam dalam video menunjukkan tindakan kekerasan terhadap korban yang tidak bersenjata.

Dino menilai, penyebaran informasi tersebut penting agar pihak-pihak di luar negeri, khususnya mereka yang bersimpati kepada OPM, memperoleh gambaran utuh mengenai tindakan kelompok tersebut.

Ia juga menegaskan, tidak ada negara maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung gerakan separatis OPM.

1. Minta Kemlu gunakan bukti video untuk diplomasi

Warga sipil yang dibunuh oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 20 Juli 2026. (Dokumentasi Koops TNI Habema)

Dino secara khusus meminta Kemlu dan seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri memanfaatkan video pembunuhan di Yahukimo, termasuk video pembunuhan terhadap pilot Amerika Serikat, Nicholas Goss, sebagai bagian dari upaya diplomasi.

“Saya juga mengimbau agar Kementerian Luar Negeri dan para diplomat Indonesia di luar negeri untuk menyebarkan video eksekusi ini dan juga video pembunuhan terhadap pilot warga AS Nicholas Goss kepada simpatisan OPM di luar negeri agar mereka bisa terbuka matanya mengenai kebiadaban gerombolan OPM ini,” kata Dino dalam video di media sosial resminya, Selasa (28/7/2026).

Menurut dia, penyebaran informasi tersebut diperlukan agar komunitas internasional memahami fakta di lapangan dan tidak hanya menerima narasi dari satu pihak.

Dino menilai langkah tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjelaskan situasi Papua kepada publik internasional.

2. Tegaskan tak ada dukungan internasional untuk OPM

Kelompok TPNPB-OPM yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan pilot asal Amerika Serikat. Dok. TPNPB-OPM

Dalam pernyataannya, Dino juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada negara yang memberikan dukungan terhadap gerakan OPM. Ia menyebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga tidak memberikan dukungan terhadap gerakan separatis di Indonesia.

“Jelaskan kepada mereka bahwa, dan ini fakta, tidak ada satu pun negara di dunia yang mendukung gerakan OPM dan PBB sama sekali tidak mendukung mereka maupun gerakan separatis apa pun di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Dino, negara-negara lain juga akan mengambil tindakan tegas apabila menghadapi aksi pembunuhan terhadap warga sipil seperti yang terjadi di Yahukimo.

3. Minta penegakan hukum dilakukan profesional

Dino Patti Djalal dalam penghargaan Inspiring Newsmaker 2025 pada acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Selain mendorong langkah diplomasi, Dino meminta aparat keamanan segera mengidentifikasi, menangkap, dan mengadili seluruh pelaku pembunuhan tiga warga sipil tersebut.

“Kami mengimbau agar aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, dapat segera mengidentifikasi, mengejar, dan menangkap seluruh pelaku yang ada dalam video serta mengadili mereka secara hukum,” katanya.

Di sisi lain, Dino mengingatkan agar operasi penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional, proporsional, dan menghormati hak asasi manusia.

“Dalam operasi pengejaran terhadap para pelaku, kami mengimbau agar TNI dan Polri dapat bergerak cepat secara profesional dan proporsional, dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat di Papua, serta menjunjung hak asasi manusia,” ujar Dino.

Editorial Team

Related Article