Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penembakan di Sekolah Turki Lukai 11 Siswa, Pelaku Ditangkap

2 min read
Penembakan di Sekolah Turki Lukai 11 Siswa, Pelaku Ditangkap
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
  • Penembakan di depan sekolah menengah di Turgutlu, Manisa, pada 22 September 2026 melukai 11 siswa; dua korban kritis telah dirawat di rumah sakit.
  • Polisi menangkap pelaku, seorang siswa berusia 15 tahun, saat mencoba kabur. Senapan yang digunakan diduga diambil dari rumah kakeknya.
  • Kejaksaan menyelidiki akses dan penyimpanan senjata serta dugaan perundungan. Orang tua dan kakek pelaku diperiksa, sementara pemerintah mengevaluasi keamanan sekolah di Manisa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penembakan terjadi di depan sebuah sekolah menengah di Provinsi Manisa, Turki barat, pada Selasa (22/9/2026). Sedikitnya 11 siswa terluka dalam insiden tersebut.

Polisi menangkap pelaku tidak lama setelah penembakan terjadi. Dua dari 11 siswa yang terluka dilaporkan dalam kondisi kritis dan telah mendapat perawatan di rumah sakit.

  1. 1. Kronologi penembakan dan evakuasi korban kritis

    Penembakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat di depan Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknis Anatolia Inci Uzmez, Distrik Turgutlu. Tim medis segera mengevakuasi para siswa yang terluka ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

    Insiden tersebut memicu kepanikan orang tua yang berdatangan ke gerbang sekolah hingga berhadapan dengan barikade petugas keamanan.

    "Saat melihat serangan serupa di dunia, khususnya di Amerika Serikat, salah satu tujuan pelaku adalah menebar teror di masyarakat," kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dikutip dari India Today.

  2. 2. Polisi tangkap pelaku dan periksa keluarga pemilik senjata

    Polisi menangkap pelaku yang diidentifikasi sebagai siswa berusia 15 tahun saat berusaha melarikan diri dengan berjalan kaki. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan remaja tersebut membawa senjata di jalan sebelum akhirnya diamankan aparat.

    Penyelidikan mengungkap pelaku menggunakan senapan gentel (shotgun) yang diambil dari rumah kakeknya. Aparat kemudian menahan ayah, ibu, dan kakek pelaku untuk diperiksa terkait kepemilikan dan penyimpanan senjata tersebut.

    "Kami menyelidiki secara menyeluruh bagaimana pelaku mendapat senjata, cara penyimpanannya, pengawasan orang tua, serta dugaan perundungan sebelum insiden," ujar Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek.

  3. 3. Pemeriksaan dugaan perundungan yang dialami pelaku

    Kantor kejaksaan menunjuk dua kepala jaksa penuntut umum untuk memimpin penyelidikan kasus tersebut. Pemeriksaan juga diperluas ke lingkungan sekolah untuk mendalami dugaan perundungan yang mungkin dialami pelaku sebelum insiden.

    Pemerintah Turki menegaskan akan menindak dugaan kelalaian dalam pengawasan senjata yang dapat mengancam keselamatan siswa. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Nasional turut meninjau sekolah-sekolah di Manisa untuk mengevaluasi dan memperkuat keamanan lingkungan belajar.

    "Ketika keamanan anak-anak kita menjadi persoalan, kelalaian atau sikap tidak bertanggung jawab tidak bisa dibiarkan begitu saja," tegas Gurlek.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More