Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dino Patti Djalal Titip 3 Pesan untuk Menlu Arrmanatha, Apa Saja?

3 min read
Dino Patti Djalal Titip 3 Pesan untuk Menlu Arrmanatha, Apa Saja?
Menteri Luar Negeri Sugiono dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir tiba bersamaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Dino Patti Djalal menyampaikan tiga pesan kepada Menlu Arrmanatha Christiawan Nasir terkait diplomasi, anggaran, dan hubungan dengan masyarakat sipil.

  • Dino berharap Indonesia mempertahankan prinsip hubungan internasional dan aktif menghadapi perubahan tatanan dunia.

  • Ia menyoroti keterbatasan anggaran perwakilan diplomatik serta pentingnya dialog pemerintah dan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pesan mana yang paling penting untuk Menlu Tata?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan tiga pesan kepada Menteri Luar Negeri baru RI, Arrmanatha Christiawan Nasir atau yang akrab disapa Tata. Ia baru dilantik menggantikan Sugiono pada Kamis (1/10/2026).

Dino mengucapkan selamat kepada Tata atas penugasan barunya sebagai Menteri Luar Negeri. Ia menyebut Tata sebagai diplomat karier yang telah merintis perjalanan dari bawah hingga dipercaya memimpin Kementerian Luar Negeri.

“Saya dan Tata ada satu kesamaan, kami sama-sama merintis karier dari bawah, yaitu sebagai lokal staff di Perwakilan Indonesia di luar negeri dan kemudian masuk ke Departemen Luar Negeri dan mencapai posisi sebagai Pimpinan Kementerian Luar Negeri,” kata Dino dalam pesan videonya, Jumat (2/10/2026).

Dino kemudian menitipkan tiga hal kepada Tata, mulai dari arah politik luar negeri Indonesia di tengah perubahan dunia, kondisi anggaran Kementerian Luar Negeri, hingga pentingnya menjaga kerja sama dengan masyarakat sipil.

  1. 1. Minta Indonesia tegas di tengah dunia yang berubah

    Wamenlu RI Arrmanatha Nasir hadiri Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania.
    Wamenlu RI Arrmanatha Nasir hadiri Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania. (Dok. Kemlu RI)

    Pesan pertama Dino berkaitan dengan arah politik luar negeri Indonesia. Ia berharap diplomasi Indonesia tetap menunjukkan keberanian dalam mempertahankan prinsip hubungan internasional dan tidak tunduk pada tekanan negara mana pun.

    “Kepada Menlu Tata, kami dari Komunitas Hubungan Internasional nitip tiga hal. Pertama, dalam dunia yang sedang sangat semrawut, kami berharap politik luar negeri Indonesia bisa menunjukkan watak bangsa kita yang berani membela prinsip hubungan internasional dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa manapun, betapapun besarnya mereka,” ujar Dino.

    Selain itu, Dino berharap Indonesia tidak hanya berfokus pada kepentingan domestik. Menurutnya, Indonesia juga perlu aktif berkontribusi dalam membangun serta memperbaiki arsitektur kawasan dan global menghadapi perubahan tatanan dunia.

    Ia juga meminta agar tradisi diplomatik yang menurutnya unggul tetap dipertahankan dalam praktik politik luar negeri Indonesia.

  2. 2. Soroti anggaran Kementerian Luar Negeri

    IMG_3452.jpeg
    Wamenlu Arrmanatha Nasir. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Pesan kedua Dino berkaitan dengan anggaran Kementerian Luar Negeri. Ia meminta Tata memberi perhatian terhadap kondisi anggaran kementerian yang dinilainya masih memprihatinkan.

    Dino menyoroti adanya kesenjangan antara kemegahan protokol ketika Indonesia menerima tamu negara di Jakarta dengan kondisi sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.

    “Saya melihat adanya ironi yang kontras di mana tamu negara yang datang di Jakarta diperlakukan dengan kemegahan protokoler yang luar biasa. Namun perwakilan diplomat kita di luar negeri tidak ada anggaran bahkan untuk melakukan resepsi diplomatik hari kemerdekaan Indonesia,” kata Dino.

    Menurut Dino, persoalan anggaran juga terlihat dari keterbatasan diplomat Indonesia di luar negeri untuk melakukan inisiatif maupun promosi Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut menjadi semakin kontras ketika Presiden aktif melakukan perjalanan luar negeri dan menghasilkan berbagai kesepakatan.

  3. 3. Dorong penguatan kerja sama dengan masyarakat sipil

    Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir.
    Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Pesan ketiga Dino adalah agar Tata menjaga dan memperkuat kerja sama dengan masyarakat sipil, termasuk FPCI. Ia menilai dialog antara pemerintah dan masyarakat perlu tetap dijaga dalam bidang politik luar negeri.

    “Ketiga, kami berharap menurut Tata dapat tekun menjaga kerjasama dengan masyarakat sipil, termasuk dengan FPCI,” ujar Dino.

    Menurutnya, politik luar negeri tidak akan berhasil tanpa dukungan dan pemahaman di dalam negeri. Karena itu, ia menilai penting bagi pemerintah untuk mempertahankan dialog serta membangun kepercayaan dengan masyarakat.

    Dino juga menyinggung konferensi politik luar negeri yang akan digelar di Jakarta pada 21 November mendatang. Ia menyebut partisipasi Tata maupun Presiden Prabowo Subianto dalam forum tersebut dapat menjadi tolok ukur mengenai pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam membahas berbagai persoalan politik luar negeri Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More