Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memilih cara berbeda untuk memperingati Hari Afrika 2026. Tidak hanya melalui forum diplomasi formal, peringatan tahun ini juga diramaikan pertandingan sepak bola persahabatan korps diplomatik yang digelar di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Kegiatan bertajuk African Ambassadors’ Gathering itu dihadiri para duta besar negara-negara Afrika yang terakreditasi di Indonesia. Suasana perayaan berlangsung hangat dengan pendekatan yang menonjolkan hubungan antarmasyarakat dan persahabatan lintas negara.
Hari Afrika sendiri diperingati setiap 25 Mei untuk mengenang berdirinya Organisasi Persatuan Afrika di Addis Ababa pada 1963. Momen tersebut menjadi simbol persatuan negara-negara Afrika yang baru merdeka dalam memperjuangkan dekolonisasi, martabat, dan kemajuan bersama.
Bagi Indonesia, Hari Afrika juga memiliki makna historis tersendiri. Hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika telah terjalin sejak era perjuangan kemerdekaan, dan semakin kuat melalui semangat Konferensi Asia-Afrika.
Dalam perayaan kali ini, sepak bola dipilih sebagai medium diplomasi yang dianggap mampu melampaui sekat politik dan perbedaan antarbangsa.
“Sepak bola menyatukan kita melampaui batas negara, ras, bahasa, dan politik; mengingatkan kita bahwa persahabatan dan kemanusiaan selalu lebih kuat dari perpecahan,” ujar Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, dikutip dari laman situs resmi Kemlu RI, Rabu (27/5/2026).
