Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengumumkan paket reformasi ekonomi di negaranya. Langkah ini termasuk perubahan karakter desentralisasi dan liberalisasi ekonomi.
“Detail reformasi ekonomi ini masih dibahas, kebijakan yang didiskusikan mengenai perubahan manajemen ekonomi sejak Kuba membuka diri untuk perusahaan swasta beberapa tahun lalu,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Sabtu (13/6/2026).
Kebijakan ini berada di tengah tekanan hebat dari Amerika Serikat (AS). Beberapa bulan terakhir, AS sudah memblokade minyak di Kuba yang menyebabkan krisis energi akut.
