Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuding kemenangan presiden terpilih Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, sarat rekayasa dan kecurangan. Tudingan ini muncul setelah kandidat sayap kanan sekaligus sekutu lamanya, Flávio Bolsonaro, menolak hasil putaran kedua dan menuntut pembatalan pemilu.
Lula mengamankan masa jabatan keempatnya setelah mengalahkan Flávio dengan perolehan 51,79 persen suara pada Minggu (25/10/2026). Kekalahan kubu konservatif tersebut memupus harapan Gedung Putih untuk menempatkan sekutu ideologisnya memimpin kekuatan ekonomi terbesar di Amerika Latin.
