ilustrasi polisi (unsplash.com/Kenny Eliason)
Penembakan pertama terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 21.30 waktu setempat di sebuah kedai minum di Wedela, barat daya Johannesburg. Sebanyak delapan pria bersenjata menyerang warga yang berkumpul di luar kedai, lalu menerobos masuk untuk melanjutkan tembakan. Aksi tersebut menewaskan 17 orang, terdiri dari 13 pria dan empat perempuan, serta melukai 15 orang lainnya.
"Pelaku menggunakan senapan AK-47 dan pistol. Mereka diduga menggeledah sejumlah pengunjung dan mengambil ponsel sebelum melarikan diri dengan dua mobil," kata juru bicara kepolisian Gauteng Kapten Tintswalo Sibeko, dilansir The Guardian.
Penembakan kedua terjadi di sebuah kedai daging panggang di Lwandle, pinggiran Cape Town, pada Minggu sekitar pukul 01.46 dini hari. Sekelompok orang bersenjata masuk ke dalam kedai tersebut dan langsung menembaki para pengunjung. Lima orang tewas di lokasi kejadian dan lima lainnya meninggal di rumah sakit, sementara 11 orang luka-luka.
Dua insiden berdarah ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah penembakan massal di KwaMakhutha, dekat Durban. Dalam pesta rumah tersebut, tiga pria bersenjata membunuh 11 orang, termasuk seorang perempuan yang sedang hamil.