Jakarta, IDN Times - Upaya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mempertahankan jabatannya dalam pemilihan umum 27 Oktober dinilai tidak terbantu oleh dukungan terbuka Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hasil jajak pendapat televisi setempat justru memperlihatkan bahwa dukungan tersebut cenderung menurunkan tingkat keterpilihan sang perdana menteri.
Perkiraan perolehan suara partai pengusungnya tidak mengalami kenaikan setelah adanya pernyataan resmi dari Washington. Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan hanya memperoleh 21 dari 120 kursi parlemen, tertinggal dari partai baru Yashar pimpinan mantan panglima militer Gadi Eisenkot yang diprediksi meraih 24 kursi.
