Menhan AS Temui Netanyahu dalam Kunjungan Mendadak ke Israel

- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Pangkalan Udara Ovda dalam kunjungan mendadak pada 19 Oktober 2026.
- Hegseth juga mengunjungi personel militer AS di wilayah CENTCOM; Pentagon, Kedutaan Israel, dan kantor Netanyahu belum memberikan komentar terkait pertemuan tersebut.
- Kunjungan ini terjadi setelah Donald Trump mendukung Netanyahu menjelang pemilu Israel, sementara Wakil Presiden JD Vance menolak terlibat atau mendukung kandidat.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dilaporkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungan mendadak ke Israel pada Senin (19/10/2026). Laporan itu disampaikan Axios dengan mengutip dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut.
Kedua sumber mengatakan kepada Axios bahwa pertemuan Hegseth dengan Netanyahu berlangsung di Pangkalan Udara Ovda di Israel selatan, tempat pesawat pengisian bahan bakar dan jet tempur AS ditempatkan. Hegseth disebut menemui pasukan AS juga dalam kunjungan itu.
1. Hegseth kunjungi Israel tanpa pengumuman
Melalui unggahan di X, Hegseth mengatakan dirinya telah mengunjungi personel militer AS yang bertugas di wilayah tanggung jawab Komando Sentral AS (CENTCOM). Wilayah tersebut mencakup Timur Tengah, sebagian Asia Tengah, Asia Selatan, dan Mesir.
Pentagon dan Kedutaan Besar Israel di Washington menolak berkomentar. Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel masih belum menanggapi permintaan komentar dari Axios.
2. Trump dukung Netanyahu jelang pemilu Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/netanyahu) Kabar kunjungan Hegseth muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel pekan depan. Pemilu tersebut menjadi pemungutan suara pertama di Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Koalisi pemerintahan Netanyahu yang berhaluan nasionalis-religius diperkirakan kehilangan mayoritas di parlemen. Akan tetapi, survei menunjukkan bahwa kubu oposisi juga berpotensi kesulitan membentuk pemerintahan.
3. Vance menolak mendukung kandidat dalam pemilu Israel

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (x.com/netanyahu) Berbeda dengan Trump, Wakil Presiden AS JD Vance menolak menyatakan dukungan kepada Netanyahu dalam wawancara dengan media digital 2WAY pada Senin. Ia menegaskan tidak ingin terlibat dalam pemilihan di Israel.
"Saya mendukung kandidat-kandidat Amerika, dan fokus saya adalah pemilu sela," kata Vance.
"Saya tidak menentang untuk memberikan dukungan kepadanya, tetapi saya juga tidak mendukungnya. Saya tidak akan ikut campur dalam pemilu Israel," tambahnya.






















