Jakarta, IDN Times - CEO SpaceX, Elon Musk mengatakan bahwa Ukraina sudah melanggar ketentuan layanan Starlink pada Sabtu (24/10/2026). Alhasil, ia menginstruksikan untuk membatasi akses kecepatan internet satelit Starlink khusus militer, Starshield.
Sebelumnya, Wall Street Journal sudah melaporkan bahwa Musk yang sebenarnya menginstruksikan pembatasan Starlink di Ukraina. Ia bahkan sempat menuding Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang memutuskan pembatasan Starlink.
