Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Orang Imam Diculik Bandit Bersenjata di Zamfara Nigeria
bendera Nigeria (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Enam imam diculik kelompok bandit bersenjata saat menuju Talata Mafara, setelah kendaraan mereka disergap di jalan penghubung Dakko-Damri, Zamfara, pada 12 September 2026.
  • Kepolisian Zamfara mengonfirmasi penculikan tersebut dan mengerahkan tim keamanan untuk menyisir semak belukar, mencari para korban serta menangkap pelaku bersenjata.
  • Penculikan demi tebusan menjadi sumber pendapatan kelompok bersenjata di Nigeria; hampir 6 juta dolar AS tebusan dibayarkan setahun terakhir, memperparah isu keamanan dan ekonomi menjelang pemilu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kelompok bandit bersenjata menculik enam orang imam di Negara Bagian Zamfara, Nigeria barat laut, pada Sabtu (12/9/2026). Para pemuka agama tersebut dicegat saat sedang berkendara menuju wilayah Talata Mafara. Peristiwa penyergapan di jalanan ini menambah rentetan aksi kejahatan bersenjata yang melanda kawasan Nigeria bagian utara.

Kepolisian Negara Bagian Zamfara mengonfirmasi insiden penyergapan tersebut kepada publik pada Minggu (13/9/2026) waktu setempat. Komplotan penyerang yang membawa persenjataan canggih menghentikan kendaraan korban secara paksa sebelum membawa kabur seluruh penumpang. Aksi kriminalitas ini kian menyoroti masalah kerawanan keamanan menjelang pemilihan umum di negara tersebut.

1. Kronologi penyergapan di jalan penghubung Dakko-Damri

ilustrasi kelompok bersenjata (pexels.com/Tomer Dahari)

Aksi penyergapan berlangsung ketika kendaraan yang ditumpangi para korban melintasi jalan penghubung Dakko-Damri di Zamfara. Dilansir Arab News, gerombolan penyerang memasang penyergapan bersenjata di jalur transportasi tersebut. "sekelompok perampok bersenjata, yang dilaporkan membawa senjata canggih, melakukan penyergapan di sepanjang jalan penghubung Dakko-Damri dan menghentikan sebuah kendaraan yang mengangkut para korban," sebut pernyataan resmi Kepolisian Zamfara.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh korban diculik dari kendaraan. "Enam korban, yang semuanya diidentifikasi sebagai imam, dilaporkan sedang melakukan perjalanan ke Talata Mafara saat dicegat dan diculik oleh para penyerang bersenjata," lanjut keterangan kepolisian. Para pelaku kemudian membawa kabur keenam tokoh agama itu.

Media lokal di Nigeria melaporkan bahwa para korban sedianya menghadiri acara keagamaan di kediaman Abdul'aziz Abubakar Yari di Talata Mafara. Mantan Gubernur Zamfara yang kini menjabat sebagai senator itu dilaporkan tengah bersiap menantang Presiden Bola Tinubu. Langkah politik tersebut disiapkan Yari untuk menantang upaya pencalonan kembali Presiden Bola Tinubu pada Januari mendatang.

2. Aparat keamanan sisir semak belukar untuk buru pelaku

ilustrasi polisi (pexels.com/Kindel Media)

Menyikapi insiden penculikan tersebut, tim keamanan menggelar operasi pencarian intensif di sekitar area kejadian. Tim keamanan diterjunkan guna melacak keberadaan para pelaku yang membawa lari keenam tawanan mereka.

Penyisiran darat dilakukan secara menyeluruh guna melacak keberadaan komplotan bersenjata tersebut. "Tim keamanan telah memulai operasi pencarian intensif, dengan menyisir semak-semak di sekitarnya secara menyeluruh dalam upaya menemukan dan menyelamatkan para korban serta menangkap para pelaku," tegas kepolisian setempat. Otoritas keamanan berupaya mencari dan menyelamatkan para korban.

3. Krisis ekonomi tebusan hantui masa kampanye pemilu

ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)

Praktik penculikan telah berkembang menjadi sumber pendapatan utama bagi berbagai kelompok bersenjata di Nigeria. Kejahatan ini dijalankan oleh kelompok jihadis maupun kelompok penjahat non-ideologis yang dikenal warga lokal sebagai bandit. Komplotan tersebut menargetkan warga demi menuntut tebusan uang.

Berdasarkan laporan lembaga konsultan Nigeria, SBM Intelligence, yang dipublikasikan pada Agustus, dana tebusan yang dibayarkan di Nigeria mencapai hampir 6 juta dolar AS atau setara Rp105,67 miliar (kurs Rp17.612) selama satu tahun terakhir. Nilai perputaran uang yang tinggi ini terus menyuburkan tindak pidana penculikan di Nigeria. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan publik di negara Afrika tersebut.

Dilansir TRT World, pemerintah Nigeria masih menghadapi kesulitan membendung gerak kelompok bandit bersenjata di wilayah utara. Masalah keamanan yang terus merosot dan tekanan ekonomi berat kini menjadi isu utama dalam kampanye pemilu di negara berpenduduk terpadat di Benua Afrika itu. Publik pun mengkhawatirkan kemampuan otoritas dalam mengatasi ketidakamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article