Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran merombak struktur komando militer dan bersiap mengoperasikan strategi pertempuran jangka panjang dengan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz pada Rabu (12/8/2026). Langkah strategis tersebut diambil setelah proses negosiasi perdamaian antara Tehran dan Washington mengalami jalan buntu, sementara kedua pihak saling mengklaim kendali atas jalur pelayaran energi vital tersebut.
Kebijakan teranyar yang digulirkan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei ini mengubah doktrin militer Iran menjadi lebih ofensif guna memberikan efek jera kepada pihak lawan. Komando militer Iran menegaskan kesiapan armada tempurnya untuk melancarkan operasi di wilayah musuh demi mengamankan kedaulatan negara dari ancaman luar.
