Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelombang Panas Mematikan Paksa Prancis Hentikan Reaktor Nuklir
ilustrasi pabrik nuklir (pexels.com/Pixabay)
  • EDF menghentikan dua reaktor nuklir di Nogent-sur-Seine dan Bugey untuk mencegah pembuangan air pendingin panas ke sungai yang suhunya meningkat akibat gelombang panas ekstrem.
  • Meskipun beberapa reaktor dihentikan, RTE memastikan pasokan listrik nasional Prancis tetap aman karena kapasitas pembangkit lain masih mencukupi kebutuhan energi negara.
  • Gelombang panas memecahkan rekor suhu sejak 1947, memicu status siaga merah di lebih dari separuh wilayah Prancis dan menyebabkan puluhan korban jiwa serta kasus tenggelam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Électricité de France (EDF), perusahaan energi milik negara Prancis, menghentikan sementara operasi dua reaktor nuklir sebagai langkah perlindungan lingkungan di tengah gelombang panas mematikan yang memecahkan rekor. Kebijakan itu dilakukan agar air pendingin bersuhu tinggi tak dibuang ke sungai yang suhu alaminya sudah meningkat.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menggunakan air sungai untuk mendinginkan reaktor sebelum mengalirkannya kembali dalam kondisi beberapa persepuluh hingga beberapa derajat lebih hangat. Karena suhu sungai terus meningkat akibat gelombang panas, operator terpaksa mengurangi bahkan menghentikan produksi listrik agar tetap mematuhi batas hukum sekaligus menjaga ekosistem perairan.

1. EDF menghentikan operasi dua fasilitas nuklir

ilustrasi reaktor nuklir (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Dilansir Channel News Asia (CNA), EDF mematikan satu reaktor di pembangkit Nogent-sur-Seine yang berada di Sungai Seine bagian utara Prancis, serta satu reaktor di fasilitas Bugey di Sungai Rhone dekat Lyon pada Kamis (25/6/2026). Sebelum penghentian penuh dilakukan, salah satu reaktor di Nogent-sur-Seine lebih dulu menurunkan produksi untuk membatasi perbedaan suhu antara air yang diambil dan air yang dikembalikan ke Sungai Seine. Kebijakan tersebut diterapkan guna menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan satwa air di kawasan itu.

2. Penurunan produksi listrik tetap nemenuhi kebutuhan nasional

ilustrasi pembangkit listrik (pexels.com/Pixabay)

Mengutip Euronews, satu reaktor di pembangkit Golfech yang berada di Sungai Garonne di barat daya Prancis juga telah dihentikan operasinya. Selain itu, EDF turut mengurangi produksi di sejumlah lokasi lain dalam jaringan 57 reaktor yang secara keseluruhan memasok hampir 70 persen kebutuhan listrik Prancis pada tahun lalu.

Réseau de Transport d’Électricité (RTE), operator jaringan listrik Prancis, menyatakan kapasitas pembangkit dalam negeri masih mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik nasional meski beberapa fasilitas dihentikan.

3. Gelombang panas memicu status siaga nerah nasional

ilustrasi cuaca panas (pexels.com/Fatih Turan)

Suhu ekstrem mendorong pemberlakuan status siaga merah yang mengancam keselamatan jiwa di lebih dari separuh dari total 96 departemen di Prancis. Badan meteorologi Prancis, Météo-France, melaporkan hari terpanas sejak pencatatan resmi dimulai pada 1947 terjadi pada pekan ini.

Gelombang panas ketiga yang melanda Eropa tahun ini telah dikaitkan dengan sedikitnya 18 kematian akibat panas dan 40 kasus tenggelam sejak 18 Juni 2026. Pada saat yang sama, suhu udara diperkirakan dapat mencapai 43 derajat Celsius di kawasan Mediterania, sementara para ilmuwan mencatat sebagian wilayah Eropa kini mengalami tambahan hingga 40 hari stres panas ekstrem dibandingkan era 1970-an.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article