Pramono Akan Bahas Nasib Jalur Sepeda, Diubah atau Dipertahankan

- Pemprov DKI Jakarta akan membahas nasib fasilitas dan jalur sepeda, untuk menentukan apakah dipertahankan, ditata, atau diubah berdasarkan masukan warga.
- Gubernur Pramono Anung mengaku menerima banyak masukan soal jalur sepeda dan menyatakan memahami persoalan tersebut karena turut menggunakan sepeda.
- Usulan penghapusan jalur sepeda muncul karena dinilai tak optimal, sementara Pemprov menilai jalur saat ini belum steril, kurang terlindungi, dan perlu keputusan bersama pemangku kepentingan.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membahas secara khusus mengenai fasilitas sepeda, termasuk jalur sepeda yang ada di Jakarta.
Pembahasan itu akan menentukan apakah fasilitas sepeda yang ada saat ini tetap dipertahankan atau ditata dan diubah menyusul adanya masukan dari warga terkait kondisi jalur sepeda yang dinilai sudah tidak optimal.
“Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan membahas secara khusus mengenai fasilitas sepeda yang dimiliki, apakah masih perlu dipertahankan atau diubah, nanti kami akan putuskan dalam rapat,” ujar Pramono, Rabu (12/7/2026).
1. Pramono dapat banyak masukan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan layanan Call Center 1500813 Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Minggu (IDN Times/Irfan Fathurohman) Pramono mengatakan, dirinya juga mendapatkan sejumlah masukan terkait fasilitas sepeda di Jakarta. Dia mengatakan, dirinya turut menggunakan sepeda sehingga memahami persoalan tersebut.
“Mengenai apa fasilitas sepeda, karena kebetulan saya ini kan pesepeda, teman-teman sekalian tahu, saya juga mendapatkan banyak masukan tentang hal itu,” kata dia.
2. Warganet minta jalur sepeda dibongkar

Ilustrasi jalur sepeda di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra) Sebelumnya, usulan mengenai jalur sepeda di jalan protokol disampaikan warga melalui media sosial Threads kepada Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo.
Warga tersebut menilai jalur sepeda di sejumlah jalan protokol sudah tidak optimal digunakan dan mengusulkan agar jalur tersebut dihilangkan untuk memperlebar badan jalan.
“Pak @pramonoanungw usul Pak, jalur sepeda di jalan protokol baiknya dihilangkan. Kami lihat sudah tidak terpakai dan sepeda kebanyakan hanya pada saat CFD. Kalau dihilangkan bisa memperlebar badan jalan dan mengurangi kemacetan pada saat weekdays,” tulis akun @seahawk.
3. Jalur sepeda tak steril

Pembatas jalur sepeda (stick cone) yang ada di jalan-jalan Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) Yustinus sebelumnya merespons usulan tersebut dengan menyebut persoalan jalur sepeda akan menjadi topik yang segera diputuskan.
“Betul sekali. Ini jadi topik yang akan segera diputuskan,” tulis Yustinus.
Namun, Yustinus kemudian memberikan klarifikasi agar pernyataannya tidak disalahpahami sebagai keputusan untuk menghapus jalur sepeda.
Menurutnya, yang dimaksud adalah persoalan fasilitas sepeda menjadi isu penting yang perlu segera diputuskan. Saat ini, kata dia, kondisi jalur sepeda masih berstatus quo.
“Saya luruskan soal ini agar tak disalahpahami: Yang saya maksud adalah isu ini menjadi topik penting dan perlu segera diputuskan,” ujar Yustinus.
Yustinus menjelaskan, kondisi jalur sepeda saat ini dinilai belum ideal karena jalurnya tersedia tetapi tidak sepenuhnya steril dan belum memiliki perlindungan yang memadai.
“Saat ini seperti status quo. Jalurnya ada tapi tak steril, tanpa perlindungan, yang mengokupasi tidak merasa bersalah. Kualitasnya juga tidak standar lagi. Maka perlu dibuat keputusan yang lebih baik melibatkan para stakeholders. Bagaimana mau ditata. Pernah didiskusikan tapi mandek dan akan dilanjutkan,” ujar dia.




















