Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Gandeng Indonesia Latihan AL di Timur Taiwan

China Gandeng Indonesia Latihan AL di Timur Taiwan
potret bendera China (pexels.com/Charlie Jin)
  • China mengumumkan latihan navigasi bersama Angkatan Laut Indonesia di perairan timur Taiwan pada pertengahan Agustus, mencakup komunikasi dan pengisian ulang logistik di laut.
  • Beijing menyebut latihan itu untuk meningkatkan kemampuan operasi gabungan, memperdalam kerja sama praktis, serta menjaga perdamaian kawasan, tanpa merinci kapal, personel, maupun lokasi pastinya.
  • Taiwan mengecam rencana tersebut sebagai provokasi dan upaya China menciptakan kesan memiliki yurisdiksi di perairan timur Taiwan; Indonesia belum menyampaikan rincian tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - China menyatakan angkatan lautnya bersama Angkatan Laut Indonesia akan menggelar latihan navigasi di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus. Rencana latihan tersebut langsung menuai kecaman dari Taiwan yang menilainya sebagai provokasi militer oleh Beijing.

Kementerian Pertahanan China mengumumkan rencana latihan tersebut pada Selasa (11/8/3026), dengan menyebut kedua angkatan laut akan melakukan serangkaian kegiatan, termasuk latihan komunikasi dan operasi pengisian ulang logistik di laut.

Beijing mengatakan, “Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut, memperdalam kerja sama praktis, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.”

  1. 1. Latihan di tengah aktivitas China di timur Taiwan

    Latihan bersama tersebut akan berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas China di perairan sebelah timur Taiwan. Beijing selama ini mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan memperluas aktivitas maritim di kawasan sekitar pulau tersebut.

    China juga meningkatkan kegiatan di perairan tersebut, termasuk melalui patroli kapal pemerintah dan aktivitas Kementerian Transportasi China. Langkah itu dipandang sebagai bagian dari upaya Beijing memperkuat klaim dan kehadirannya di wilayah yang sensitif secara geopolitik.

    Rencana latihan bersama Indonesia juga muncul setelah China menyampaikan keberatan terhadap pengumuman Jepang dan Filipina mengenai keputusan kedua negara untuk memulai perundingan formal mengenai penetapan batas maritim mereka.

    Beijing mengeklaim wilayah yang dibahas dalam perundingan tersebut mencakup zona ekonomi eksklusif China di lepas pantai Taiwan. China menggunakan klaim tersebut untuk menegaskan kepentingannya atas perairan di sebelah timur Taiwan.

  2. 2. Beijing klaim latihan untuk kerja sama

    Kementerian Pertahanan China mengatakan latihan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan kedua angkatan laut dalam menjalankan operasi bersama. Latihan komunikasi dan pengisian ulang logistik di laut menjadi bagian dari kegiatan yang akan dilakukan.

    Beijing juga menekankan aspek kerja sama dalam latihan tersebut, dengan menyatakan kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama praktis antara angkatan laut China dan Indonesia.

    “Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut, memperdalam kerja sama praktis, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Kementerian Pertahanan China, dikutip dari NHK, Rabu (12/8/2026).

    Namun, Beijing belum memberikan rincian mengenai jumlah kapal dan personel yang akan terlibat dalam latihan maupun lokasi pasti pelaksanaannya. Latihan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus di perairan sebelah timur Taiwan.

  3. 3. Taiwan sebut provokasi militer

    Dewan Urusan Daratan Taiwan, lembaga yang menangani kebijakan Taipei terhadap China, mengecam keras rencana latihan tersebut pada Selasa.

    Taiwan menilai China berusaha menciptakan kesan kepada masyarakat internasional bahwa Beijing memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan. Taipei menolak klaim tersebut dan memandang peningkatan aktivitas China di kawasan sebagai bentuk tekanan.

    Dewan Urusan Daratan Taiwan menyatakan latihan tersebut merupakan upaya China untuk memberikan kesan palsu kepada masyarakat internasional bahwa Beijing memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan.

    Rencana latihan China-Indonesia berlangsung ketika kawasan Indo-Pasifik menghadapi peningkatan ketegangan geopolitik, terutama terkait posisi China terhadap Taiwan dan sengketa kepentingan maritim dengan sejumlah negara.

    Hingga kini belum ada rincian lebih lanjut dari pemerintah Indonesia mengenai latihan tersebut, termasuk jumlah kapal atau personel yang akan dikerahkan serta jadwal dan lokasi pelaksanaan secara spesifik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More