Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto, Jepang Bentuk Tim Tanggap Darurat
ilustrasi gempa Bumi (unsplash.com/Jens Aber)
  • Gempa di Prefektur Kumamoto, Kyushu, pada 28 Juli 2026 awalnya tercatat M7,1 lalu direvisi USGS menjadi M6,8; peringatan tsunami sempat terbit dan dicabut dua jam kemudian.
  • Puluhan orang terluka, sekitar 40 korban dirawat di Yatsushiro; jalan, jembatan, bangunan, Kastel Kumamoto, serta kereta di Stasiun Yatsushiro terdampak.
  • Pemerintah membentuk satuan tugas dan mengerahkan pesawat penilai; warga diimbau waspada gempa susulan, sementara layanan kereta dan Bandara Aso Kumamoto dihentikan sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar mengguncang Kumamoto di Jepang. Banyak orang terluka, rumah dan jalan rusak. Ada kereta keluar jalur dan dinding Kastel Kumamoto rusak. Pemerintah membuat tim darurat. Tsunami tidak terjadi. Kereta dan bandara ditutup sebentar. Orang-orang diminta hati-hati karena gempa bisa datang lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gempa Magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur serta menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Laut Ariake dan Laut Yatsushiro yang meliputi pesisir Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Fukuoka, dan Saga. Namun, peringatan itu dicabut sekitar dua jam kemudian setelah dipastikan tidak terjadi tsunami.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya mencatat kekuatan gempa sebesar Magnitudo 7,1, tetapi kemudian merevisinya menjadi Magnitudo 6,8.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan, pemerintah segera membentuk satuan tugas untuk mengumpulkan informasi, menilai dampak gempa, serta menyiapkan operasi penyelamatan apabila diperlukan.

“Pemerintah telah membentuk satuan tugas untuk mengumpulkan informasi, menilai kemungkinan kerusakan, dan mempersiapkan operasi penyelamatan jika diperlukan,” kata Takaichi melalui akun X, dikutip dari Korea Times.

1. Puluhan warga terluka, infrastruktur terdampak

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (x.com/takaichi_sanae)

Dalam keterangannya kepada wartawan, Takaichi mengatakan, pemerintah telah menerima laporan mengenai sejumlah korban luka serta kerusakan pada jalan, jembatan, dan bangunan. Gangguan listrik dan kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, meski rincian kerusakan masih terus dihimpun.

“Kami menempatkan keselamatan jiwa masyarakat sebagai prioritas utama,” ujar Takaichi.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar berhati-hati saat memasak dan mewaspadai pecahan kaca akibat guncangan gempa.

Kantor berita Kyodo melaporkan, sebuah rumah sakit di Kota Yatsushiro menerima sekitar 40 orang yang mengalami luka-luka akibat gempa. Selain itu, sebuah kereta dilaporkan keluar jalur dan terguling di Stasiun Yatsushiro, sementara dinding batu Kastel Kumamoto mengalami kerusakan.

2. Warga diminta waspadai gempa susulan

Ilustrasi retakan aspal karena gempa (unsplash.com/Xiangkun ZHU)

Pejabat Perencanaan Penanggulangan Gempa Bumi dan Tsunami JMA, Shinji Kiyomoto, mengatakan gempa dangkal tersebut memicu aktivitas seismik yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, terutama dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Gempa dangkal ini memicu aktivitas seismik yang aktif di wilayah tersebut. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama dua hingga tiga hari ke depan,” kata Kiyomoto.

Meski demikian, ia memastikan tidak ada tsunami yang teramati karena pusat gempa berada di daratan.

Sejumlah warga mengaku guncangan kali ini mengingatkan mereka pada gempa besar Kumamoto pada 2016. Pejabat Balai Kota Mifune, Hiroki Shimoda, mengatakan genteng rumah-rumah di sekitarnya berjatuhan akibat gempa.

“Guncangan ini mengingatkan saya pada gempa Kumamoto 10 tahun lalu dan saya merasa ketakutan,” ujar Shimoda.

3. Bandara dan kereta cepat dihentikan sementara

ilustrasi kereta Shinkansen Jepang (unsplash.com/Fikri Rasyid)

Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan, belum menerima laporan kerusakan pada fasilitas publik maupun infrastruktur utama, namun proses pendataan masih terus berlangsung. Petugas pemadam kebakaran menerima banyak panggilan darurat terkait kebakaran dan kerusakan rumah.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang juga menyatakan tidak ditemukan kelainan pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Sebagai langkah pengamanan, seluruh layanan kereta cepat Shinkansen dan kereta lokal di Pulau Kyushu dihentikan sementara untuk pemeriksaan jalur. Landasan pacu Bandara Aso Kumamoto juga ditutup, dan pihak bandara menyatakan belum dapat memastikan kapan operasional akan kembali dibuka.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengerahkan pesawat untuk melakukan penilaian situasi dari udara guna mendukung upaya tanggap darurat di wilayah terdampak gempa.

Editorial Team

Related Article